Sindikat Tembakau Gorilla Ditangkap Polisi, 13 Kg Paket Disita

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 20 Nov 2017 15:55 WIB
Polisi mengungkap jaringan narkoba Gorilla. (Vino/detikcom)
Jakarta - Polres Jakarta Selatan mengungkap peredaran narkotika jenis tembakau Gorilla. Polisi juga menyita barang bukti berupa 2.482 paket dan satu kantong plastik dengan berat keseluruhan sekitar 13 kilogram.

Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya sebuah kafe di Mampang yang dijadikan tempat nongkrong para pemakai tembakau Gorilla. Polisi langsung menyelidiki kasus tersebut dan menangkap tiga orang berinisial FAS, DSW, dan MIES, yang diduga sebagai pengedar, pada 14 November 2017.

"FAS ditemukan satu plastik kecil transparan yang diduga ganja, DSW ditemukan satu plastik kresek warna hitam berisi 100 paket tembakau Gorilla, sedangkan MIES tidak ditemukan barang bukti," kata Kasat Narkoba Kompol Vivick Tjangkung di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Senin (20/11/2017).




Vivik menerangkan ketiga orang itu langsung dites urine dan positif mengandung narkotika. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya pun mengakui telah menyimpan tembakau Gorilla dan mendapatkan barang tersebut dari orang lain.

"Polisi menggeledah dan menyita tembakau Gorilla sebanyak 300 paket di rumah DSW yang diduga didapat dari AC, masih pencarian," terangnya.

Sementara itu, polisi juga mengetahui tersangka MIES memiliki apartemen di Kalibata City, yang diduga tempat memproduksi tembakau Gorilla tersebut. Polisi langsung menggeledah tempat tersebut dan menemukan 2.082 paket yang siap edar dan satu plastik hitam berisikan tembakau Gorilla.

"MIES mengakui bahwa narkotika tersebut adalah miliknya yang diperoleh dengan cara membuat bersama tiga orang temannya yang masih DPO, yaitu M, H, dan KN," ujar Vivick.

Menurut Vivick, MIES bersama temannya telah dua kali memproduksi tembakau Gorilla itu. Dari produksi tersebut, tersangka berhasil membuat sekitar 3.300 paket dan 1.200 paket telah dijual kepada pelaku lain.

Berikut ini pembagian peran dalam produksi tembakau Gorilla tersebut:

- Tersangka M (DPO) menyediakan zat kimianya, etanol, tembakau murni, ember terpal, dan sekaligus meracik bahan-bahan tersebut.

- Tersangka H (DPO) menyediakan plastik, alat pres plastik, dan membantu mengaduk tembakau hingga tercampur dengan zat kimia.

- MIES (tertangkap) menyediakan tempat, membantu mengaduk tembakau hingga tercampur dengan zat kimianya dan memasukkan tembakau Gorilla ke dalam plastik kecil serta menyalurkan atau menjual.

- Tersangka A adalah menyediakan tempat dan membantu memasukkan tembakau Gorilla ke dalam plastik kecil serta menyalurkan atau menjual.



Total barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan ini adalah satu paket ganja berat 19,84 gram, 2.482 paket dan satu kantong plastik dengan berat keseluruhan sekitar 13 kilogram, dua unit timbangan, satu mesin perekat, dua ember plastik, serta satu lembar terpal.

Atas perbuatannya, tersangka FAS disangka UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 111 ayat 1, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Tersangka DSW disangka UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat 1, dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sedangkan tersangka MIES dijerat UU RI 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 ayat 2, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (knv/rvk)