Novanto Ditahan, Golkar Jabar Bicara Penurunan Elektabilitas Partai

Novanto Ditahan, Golkar Jabar Bicara Penurunan Elektabilitas Partai

Seysha Desnikia - detikNews
Senin, 20 Nov 2017 15:30 WIB
Novanto Ditahan, Golkar Jabar Bicara Penurunan Elektabilitas Partai
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar meminta partai berbenah pasca-penahanan Setya Novanto karena kasus dugaan korupsi e-KTP. DPD Golkar Jabar mengusulkan segera digelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk menunjuk ketum baru.

"Saya katakan Golkar ini harus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Bagaimana mekanismenya, silakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang menempuh, dari mulai kegiatan pelaksanaan pleno, rapimnas, atau munaslub. Ketiga-tiganya merupakan instrumen yang bisa digunakan partai untuk perubahan, tinggal yang mana yang efektif," ujar Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi di DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).


Dedi mengaku, elektabilitas Golkar di Jabar kian tergerus. Hal ini dikarenakan faktor kasus e-KTP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah memahami bahwa dalam 6 bulan terakhir Partai Golkar mengalami penurunan elektabilitas secara tajam secara nasional. Nah, Jabar dulu bisa bertahan di angka 18 persen, tapi dua bulan terakhir turun 6 persen menjadi 12 persen," terang Dedi.

Dedi berharap, Ketum Golkar yang baru dapat membawa perubahan bagi partai. Ia meminta Golkar segera berbenah.


"Elektabilitas bisa diselesaikan melalui kader dan pimpinannya yang punya kepercayaan yang kuat. Golkar harus bisa melakukan pembenahan secara menyeluruh melalui pleno, rapimnas, dan munaslub," tutur Bupati Purwakarta ini.

Novanto sudah ditahan di Rutan Kelas I KPK Cabang Jakarta Timur sejak malam tadi (19/11). Dia dinyatakan tidak perlu lagi dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11) lalu. (dkp/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini