Wapres: Tak Perlu Travel Warning ke Australia

Wapres: Tak Perlu Travel Warning ke Australia

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 12:33 WIB
Jakarta - Pemerintah menanggapi dingin desakan agar travel warning ke Australia dikeluarkan. Pasalnya Australia diyakini akan mengusut tuntas pengiriman paket misterius ke KBRI.Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla usai membuka Pekan Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2005)."Saya kira nggak perlu. Saya yakin pihak berwenang di Australia tidak akan tinggal diam dan melakukan pengusutan," ujarnya.Dijelaskan Kalla, Indonesia sudah minta Australia mengusut tuntas aksi teror berupa pengiriman paket yang diduga berisi sejenis bakteri penyebab penyakit anthrax ke KBRI di Canberra."Ini bagian dari teror patut disesalkan. Kita minta agar diselesaikan sebaik-baiknya," tandasnya.Ditegaskan Kalla, insiden tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan kedua negara. Pemerintah Indonesia dapat menerima dengan baik permintaan maaf yang disampaikan secara resmi oleh PM Australia John Howard.Menurut Kalla, proses hukum terhadap ratu mariyuana Schapelle Corby di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali merupakan bagian dari upaya keras Indonesia untuk menegakkan hukum secara tegas dan konsisten."Bahwa ada negara asing yang terkena dampaknya, hal itu merupakan bagian dari upaya penindakan tegas tersebut," tukasnya.Dia juga mengimbau semua pihak agar dapat menghormati dan menghargai langkah-langkah Pemerintah Indonesia dalam menegakkan supremasi hukum."Jangan kita dobel standar. Ketika hukum tidak diterapkan, Indonesia dibilang lemah. Begitu hukum ditegakkan, Indonesia dibilang salah. Kejadian ini tidak mempengaruhi kasus Corby. Dia kan masih bisa menempuh upaya banding maupun kasasi," tandas Kalla. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads