DetikNews
Senin 20 November 2017, 11:52 WIB

Perampok Tembak Mati Darul, Istri: Salah Kami Apa Ya Allah

Raja Adil Siregar - detikNews
Perampok Tembak Mati Darul, Istri: Salah Kami Apa Ya Allah
Palembang - Polisi menggelar rekonstruksi perampokan toke kopi Darul Kutni (48). Darul saat itu ditemukan tewas kehabisan darah pada 5 Agustus lalu usia ditembak.

Rekonstruksi dimulai pagi ini pukul 10.30 WIB di Lapangan Tembak Polda Sumatera Selatan Jalan Jenderal Sudirman Kota Palembang, Senin (20/11/2017). Istri korban, Lismawati (45) dan kedua anaknya Dinda Anugrah (18) dan Ahmad Brilian Alam (16) terlihat histeris melihat kedatangan tiga tersangka Gusti Komang, Misgianto dan Eko Riadi.
Perampok Tembak Mati Darul, Istri: Salah Kami Apa Ya Allah

Polisi langsung melakukan rekonstruksi pertama, di mana para tersangka yang saat beraksi berjumlah 7 orang berkomunikasi untuk bertemu. Sebelum beraksi, para tersangka sempat mebagikan senjata api rakitan dan tidur di kebun kopi menunggu malam semakin larut dan sunyi.

Sekitar pukul 02.00 WIB, para tersangka memasuki rumah korban di Desa Bandar, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Menggunakan kayu balok berukuran 2 meter para pelaku mendobrak pintu rumah korban dan menyekap anak korban Ahmad Brilian.

"Pas dirampok saya diikat, kaki, mulut dan tangan semua diikat. Saya juga ditodong pistol dan mereka tanya dimana kamar bapak, gak lama mereka pergi terdengar suara tembakan," kata Ahmad Burlian saat menghadiri rekonstruksi.

Sadisnya, sebagai toko kopi, Darul dirampok dan ditembak di hadapan istrinya dengan jarak tidak lebih dari 3 meter. Para tersangka langsung keluar rumah dengan membawa uang tunai hasil penjualan kopi sebesar Rp 500 juta dan korban tewas karena kahabisan darah.
Perampok Tembak Mati Darul, Istri: Salah Kami Apa Ya Allah

Polisi kemudian berhasil menangkap 3 tersangka pada awal November lalu dan diketahui sudah beraksi sejak 9 tahun terakhir. 4 pucuk senjata api jenis revolver berhasil diamankan, sampai saat ini polisi masih memburu 4 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya.

"Dia sudah dimasuki iblis, dia tega bunuh suamiku dan buat kami sengsara. Salah kami apa ya Allah," ujar Lismawati menangis histeris sembari berusaha melihat wajah para tersangka.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed