Tidak Ada Peningkatan Pengamanan di Kedubes Australia
Kamis, 02 Jun 2005 11:46 WIB
Jakarta - Insiden di Kedubes RI di Canberra, Australia, agaknya tidak menimbulkan kekhawatiran akan adanya aksi balasan ke Kedubes Australia di Indonesia. Tidak ada peningkatan pengamanan di Kedubes Australia, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.Menurut pengamatan detikcom, Kamis (2/6/2005), pengamanan di Kedubes Australia berjalan seperti biasa. Pengamanan di luar pagar gedung Kedubes dilakukan oleh 13 personel Brimob. Petugas kepolisian yang tidak tampak bersenjata ini bersiaga di belakang portal yang dipasang di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said. Di lokasi ini juga disiagakan satu mobil water canon.Menurut seorang petugas Brimob yang berjaga di depan Kedubes Australia, ia tidak menerima perintah untuk meningkatkan pengamanan. Pengamanan yang dilakukan sekarang adalah pengamanan rutin oleh 13 personel Brimob, dengan shift selama 12 jam sehari.Sementara pengamanan di dalam pagar gedung Kedubes dilakukan delapan orang satuan pengamanan (satpam). Para satpam ini berseragam putih biru, helm abu-abu, dan dilengkapi rompi antipeluru warna hitam. Mereka bertugas menyeleksi dan memeriksa para tamu Kedubes Australia.Kegiatan di Kedubes Australia juga tampak normal. Banyak orang yang datang ke Kedubes Australia untuk mengurus visa atau keperluan lain. Namun pengunjung diseleksi ketat oleh satpam kedubes, hanya mereka yang sudah membuat janji yang diizinkan masuk.Insiden KecilSekitar pukul 11.00 WIB sempat terjadi insiden kecil ketika wartawan dari sebuah stasiun televisi swasta sedang mewawancarai seorang pengunjung kedubes. Di tengah wawancara datang satpam dan meminta wawancara dihentikan. Alasannya, dilarang mengambil gambar di depan kedubes. Wartawan tersebut tidak terima dengan pelarangan tersebut, apalagi caranya melarang dianggapnya kasar. Sempat terjadi perdebatan antara wartawan dengan satpam. Kemudian datang petugas keamanan berkebangsaan Australia bernama Paul Gertig untuk melerai.Sempat terjadi negosiasi, wartawan meminta diizinkan untuk mewawancari tamu kedubes. Petugas tersebut kemudian masuk ke dalam Kedubes Australia untuk berkonsultasi dengan atasannya.Tak lama kemudian dia keluar dan menyatakan pihak Kedubes Australia tetap pada kebijakannya melarang wartawan mengambil gambar di depan kedubes. Namun Paul menyatakan meminta maaf atas sikap satpam yang kasar saat melarang wartawan mewawancarai tamu kedubes.
(gtp/)











































