DetikNews
Senin 20 November 2017, 10:44 WIB

Ini Prosesi 'Tapian Raya Bangunan' yang akan Dijalani Kahiyang-Bobby

Odilia Winneke Setiawati - detikNews
Ini Prosesi Tapian Raya Bangunan yang akan Dijalani Kahiyang-Bobby Simulasi prosesi 'Tapian Raya Bangunan' (Odilia Winneke/detikcom)
FOKUS BERITA: Pernikahan Kahiyang Ayu
Medan - Salah satu upacara penting dalam adat Mandailing yang akan dijalani putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Muhammad Bobby Afif Nasution adalah Tapian Raya Bangunan. Ada makna simbolis dari prosesi ini.

Prosesi ini rencananya akan berlangsung pada Sabtu (25/11/2017) mendatang. Sanggar Musik Gunung Kulabu Pakantan, yang ada di Tembung, Medan, dipercaya sebagai penggelar tahapan upacara adat Tapian Raya Bangunan untuk pasangan Bobby dan Kahiyang.



Sanggar yang dipimpin Bhakti Nasution ini pun melakukan persiapan serius, termasuk menggelar simulasi adat di kawasan Tembung Rabu (15/11). Upacara adat Mandailing ini merupakan satu dari 15 jenis upacara yang akan dijalani pasangan pengantin. Dipimpin langsung oleh M Saleh Nasution gelar Pagar Martua (81) atau Datu Tapian Raya Bangunan.

"Kami awalnya tak ada rencana menggelar acara geladi kotor atau simulasi ini. Spontan saja terpikirkan oleh kami. Kami sangat bersyukur diberi kepercayaan menggelar salah satu acara adat untuk pernikahan Kahiyang-Bobby," ungkap Bhakti Nasution.

Dalam simulasi acara adat ini, kelompok seni memperagakan setiap prosesi dengan serius. Pasangan pengantin diperagakan olah sepasang anak muda.

Rombongan pengantin ini diiringi para sesepuh dan di depan ada 2 orang pormuncak (pesilat) yang berbaju hitam-merah-putih memegang pedang sambil menari. Mereka membuka 'jalan' untuk Tapian Raya Bangunan ini. Di belakangnya ada 2 orang membawa tombak yang diarahkan ke atas sebagai 'penjaga'.

Simulasi prosesi 'Tapian Raya Bangunan' / Simulasi prosesi 'Tapian Raya Bangunan'. (Odilia Winneke/detikcom)


Tepat di belakang pengantin, ada ibu yang menjadi 'anak boru' menyunggi 'pangir'. Diiringi dua orang ibu membawa sepotong ruas bambu berisi air dan yang lain menggenggam kerikil.

Sementara itu, di sisi kiri dan kanan pengantin ada 'namboru' dan 'boru na ni oli' yang membawa sepotong bambu diisi seikat daun-daunan. Pengiring di belakang membawa dua buah payung kuning untuk memayungi pengantin. Mereka berjalan diiringi musik gendang dan seruling 'gondang boru'.

Simulasi prosesi 'Tapian Raya Bangunan'  / Simulasi prosesi 'Tapian Raya Bangunan'. (Odilia Winneke/detikcom)


Setelah itu, pengantin duduk di tempat yang disediakan di tengah lingkaran. Di sisi kanan ada para sesepuh adat, sedangkan di sisi kiri ada datu (dukun) yang dalam simulasi ini dibawakan oleh Pagar Martua.

Acara dilanjutkan dengan pemberian sekapur sirih pada tetua adat dan pembacaan doa untuk kedua pengantin. Pengantin diperciki air sambil didoakan oleh datu.

Penasaran dengan undangan ngunduh mantu Kahiyang-Bobby yang sederhana namun elegan? Tonton videonya:

[Gambas:Video 20detik]
(odi/imk)
FOKUS BERITA: Pernikahan Kahiyang Ayu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed