Bakteri yang Dikirim ke KBRI Canberra Tidak Berbahaya

Bakteri yang Dikirim ke KBRI Canberra Tidak Berbahaya

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 11:22 WIB
Jakarta - Ada perkembangan baru mengenai bakteri yang dikirim dalam paket mencurigakan ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Canberra, Australia. Bakteri tersebut diyakini tidak berbahaya. Pernyataan ini disampaikan pejabat Kepolisian Australia, John Davies. "Kelihatannya sangat tidak mungkin bahwa bahan tersebut mengandung bakteri pathologi yang signifikan," ujar Davies kepada wartawan di Canberra.Dikatakan Davies, investigasi atas aksi teror di KBRI masih terus berlangsung. Menurutnya, pengiriman paket ini dimaksudkan untuk menimbulkan gangguan. "Pengiriman surat tersebut dirancang untuk menimbulkan gangguan besar dan memancing ketakutan," kata Davies seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Kamis (2/6/2005).Sebelumnya, Perdana Menteri John Howard mengatakan bahwa bubuk misterius yang dikirimkan dalam surat ke KBRI itu diduga sejenis bakteri penyebab penyakit anthrax. Namun hal tersebut masih menunggu penelitian lebih lanjut.Ketika ditanya kaitan insiden tersebut dengan kasus Corby, terdakwa mariyuana yang divonis 20 tahun penjara oleh PN Denpasar, PM Howard mengatakan bahwa sulit untuk membantah kalau kedua hal itu tidak ada kaitannya.Namun ditekankan Howard, publik hendaknya tidak terlalu mendramatisir efek dari kejadian tersebut. Menurutnya, insiden KBRI ini tidak akan merusak hubungan pemerintah Australia dan Indonesia. Meski diakui Howard, kejadian ini akan berdampak pada bagaimana sebagian rakyat Indonesia memandang Australia."Sesuatu seperti ini bisa terjadi," tutur Howard seraya mengingatkan peristiwa bom Bali. "Ketika sesuatu yang sangat buruk terjadi, khususnya kematian 88 warga Australia di Bali yang terjadi pada 2002, itu bukan ekspresi perbuatan rakyat Bali," tandas pemimpin negeri Kangguru itu. (ita/)


Berita Terkait