DetikNews
Minggu 19 November 2017, 14:23 WIB

Sekjen Partai Idaman: Sipol Bisa Jadi Alat Pukul Bagi Partai Baru

Hary Lukita Wardani - detikNews
Sekjen Partai Idaman: Sipol Bisa Jadi Alat Pukul Bagi Partai Baru Ramdansyah (dok detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Idaman Ramdansyah mengatakan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) menjadi kendala dalam pendaftaran. Ia menyebut Sipol bisa menjadi alat pukul atau pelemahan untuk partai baru yang berpotensi.

"Saat sipol menjadi wajib seakan membuat norma baru. Dalam sipol ada beberapa data yang tiba-tiba blank sehingga itu bermasalah," ujar Ramdansyah di Kantor Kode Inisiatif di Tebet Dalam Timur, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2017).




"Sipol sebagai alat pemukul manajemen pemilu. Memukul parpol baru yang dirasa punya potensi agar tidak bisa verifikasi," lanjutnya.

Ramdansyah menuturkan jangan sampai proses sipol mengurangi kepercayaan publik. Sehingga KPU harus lebih transparan dan akuntabilitas terhadap sistem tersebut.

"Penggunaan itu jangan sampai menjadikan publik hilang kepercayaan. Jadi saya ingatkan KPU untuk hati-hati dan lebih transparansi, akuntabilitas dan rapih informasinya," jelas dia.

Partai Idaman sendiri diputuskan oleh Bawaslu sebagai salah satu partai dari 9 parpol yang lolos verifikasi. Dan diharuskan untuk memasukam administrasi kembali.

Hanya saja Ramdansyah menuturkan telah mendapatkan kerugian materil dan imateril. Imaterilnya karena ada beberapa anggota yang akhirnya pindah partai.

"Pasca putusan ini memang kami telah mengalami kerugian materil dan imateril. Satu bulan capek tenaga. Ada yang pindah ke lain hati, bahkan belum pendaftaran saja KPU telah temukan adanya anggota yang ganda, padahal kita saja belum daftar," jelas dia.

"Jadi artinya ke depan kita antisipasi ada yang pindah ke lain hati dengan konsolidasi kembali. Kita minta KPU bisa melakukan hal tersebut (Sipol) tetap on the track," ucap dia.
(lkw/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed