DetikNews
Minggu 19 November 2017, 08:55 WIB

Menanti Hasil MRI dan CT-Scan Setya Novanto

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Menanti Hasil MRI dan CT-Scan Setya Novanto Foto: Setya Novanto (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - KPK kini tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan MRI dan CT scan kepada tersangka kasus e-KTP Setya Novanto. Seluruh rangkaian tindakan medis, analisis, hingga kesimpulan tim dokter akan menjadi pertimbangan KPK untuk menentukan langkah berikutnya.

"Informasi yang kami dapatkan dari penyidik dan RS, selain pemeriksaan umum dan MRI, tes CT scan juga telah dilakukan tadi malam. Selanjutnya setelah seluruh rangkaian tindakan medis dilakukan, analisis dan kesimpulan dari pihak dokter akan menjadi pertimbangan bagi KPK menentukan langkah berikutnya," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (18/11/2017).

KPK akan menentukan apakah Novanto akan ditahan di rutan KPK atau masih dibutuhkan observasi lanjutan. "Apakah masih dibutuhkan observasi dalam beberapa hari ke depan atau dapat dilakukan pemeriksaan dan penahanan lanjutan di rutan KPK, akan ditentukan kemudian," lanjutnya.

KPK enggan membuka hasil pemeriksaan itu. Sebab, ini merupakan rahasia medis.

"Tapi nanti kita koordinasikan lagi. Kalau memang tidak ada perawatan signifikan yang dibutuhkan ya dapat dibawa ke rutan KPK. Tapi sebaliknya, kalau masih ada kebutuhan medis, maka pembantaran masih jalan," ucap juru bicara KPK ini.

Novanto hingga kini masih terbaring di RSCM Kencana, Jakarta Pusat. Kuasa Hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan kliennya itu itu lebih banyak tidur dan masih lemas.

"Beliau tadi tidur terus nggak bangun-bangun. Saya nggak berani bangunin," kata Fredrich di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11).

Menurut Fredrich Novanto hanya sesekali bangun untuk buang air kecil. Fredrich pun sempat bertanya langsung ke Novanto.

"Baru kemudian beliau mau buang air kecil bangun sebentar. Saya tanya, 'Gimana Pak (kondisi, red)', 'Aku masih lemes'," ujar Fredrich menirukan jawaban Novanto.

Meski sesekali bangun untuk buang air kecil dan lemas, Fredrich menjelaskan kondisi Novanto selama dirawat di RSCM Kencana selalu tidur dan tak ada yang berani membangunkan.

"Dia itu tidur melulu, kagak pernah bisa bangun. Saya nggak tahu kenapa. Iya, terus tidur terus, ngorok terus, gitu aja," jelasnya.

Fredrich sendiri mengaku tidak berani membangunkan kliennya tersebut jika tidur. Bahkan, kata Fredrich, dokter yang hendak memeriksa Novanto juga tidak berani membangunkan.

"Beliau itu tidur, jadi kan saya harus tunggu sampai beliau siuman, sampai beliau bangun. Nggak ada yang berani bangunin dia. Dokter aja kan katanya tadi pagi-pagi datang, nggak berani bangunin, cuma memeriksa saja," katanya.

Fredrich sempat mengatakan Novanto mendapatkan benjolan sebesar bakpao usai mengalami kecelakaan mobil. Fredrich belum mengetahui dengan pasti kondisi benjolan tersebut. Kepala Novanto hingga kini masih diperban.

"Ya saya kan nggak tahu ya, kepalanya kan masih diperban," ungkapnya.

Terkait dengan kondisi kesehatan Novanto, Fredrich tak mau menjelaskan. Menurutnya, hal itu harus dijelaskan dokter atau pihak rumah sakit.

"Kalau soal sakit tanya rumah sakit, jangan ke saya," imbuhnya.
(nvl/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed