DetikNews
Minggu 19 November 2017, 07:05 WIB

Anggur Merah untuk Kuda Nil: Dari Viral Hingga Pelaku Minta Maaf

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Anggur Merah untuk Kuda Nil: Dari Viral Hingga Pelaku Minta Maaf Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Jakarta - Philip Biondi (27) dan Alyssa Dwi Fitri Amanda (25) mencekoki minuman keras jenis anggur merah (amer) kepada seekor kuda nil di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor. Aksi tak pantas itu menjadi viral setalah menjadi Instastory di akun Instagram @alyccaaa dan @philipbiondi.

Di video pertama, terlihat seseorang yang seolah hendak memberikan wortel ke rusa, namun ternyata dia malah mencoba memasukkan Amer ke dalam mulut hewan tersebut. Dalam video kedua, terlihat seseorang menyemprotkan minuman dari dalam botol kaca berwarna merah ke dalam mulut seekor kuda nil yang sedang menganga. 'Jackpot'. Demikian tulisan dalam video itu.



Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/11) itu langsung mendapat kecaman. Pihak TSI pun menyatakan kekecawaan terhadap ulah pengunjung tersebut.

"TSI sangat kecewa atas kejadian tersebut dan akan menindak tegas segala perbuatan yang membahayakan keselamatan satwa," tegas manajemen TSI.

TSI juga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tindakan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka ingin para pelaku segera ditangkap.

"Kami minta pelakunya ditangkap dulu, baru dilihat apa motivasinya. Perintah kami harus ditangkap pelakunya. Sekarang sudah bangun tim untuk menangkap pelaku, karena tanda-tandanya sudah jelas dari video CCTV TSI," ujar Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Bambang Dahono.



Bambang menjelaskan perilaku tersebut tidak dibenarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 31 Tahun 2012 tentang Lembaga Konservasi. Sehingga pelaku bisa saja dikenakan pidana.

Selain melaporkan ke polisi, pihak TSI juga meningkatkan pengawasan. Pengunjung tak diizinkan memberikan sembarang makanan untuk satwa. Kejadian tersebut juga melanggar peraturan yang telah dibuat oleh TSI karena dinilai tidak menghargai para dokter dan semua pihak yang merawat satwa dengan susah payah.

Anggur Merah untuk Kuda Nil: Dari Viral Hingga Pelaku Minta MaafFoto: Tri Ispranoto/detikcom



Empat hari setelah kejadian itu, kedua pelaku akhirnya muncul ke publik. Mereka meminta maaf dan menyelesai perbuatannya itu.

"Saya menyesal dan meminta maaf. Itu (beri minuman) hanya spontanitas saja, tidak ada niatan untuk menyakiti hewan," ujar Biondi di Kantor Kuasa Hukum M Ali Nurdin, Jalan Dago Asri, Kota Bandung, Sabtu (18/11/2017) sore.

Keduanya mengaku saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Puncak, Cisarua. Untuk menghindari kemacetan di perjalanan mereka memutuskan mampir ke TSI. Saat bertemu kuda nil, Biondi yang duduk di bangku dekat kaca mobil secara spontan langsung membuka Amer yang sudah ada sebelumnya.

"Itu minuman punya Biondi beli untuk diminum di rumah. Jadi spontan aja, buka minuman langsung gitu dicekokin lah istilahnya," kata Alyssa yang biasa disapa Ica.

Akibat perbuatannya, Biondi dan Ica mendapat hujatan hingga teror. Keduanya pun merasa stres dan terancam. Bahkan hal itu juga hingga menimpa keluarganya.

"Ancamannya lebih dari medsos. Itu sudah sampai ke keluarga, papah, mamah, ade, saudara. Padahal ini masalah Ica, tidak perlu ke yang lain," ujarnya.



Sambil menangis dan terbata-bata Ica kembali mengungkapkan hal yang membuatnya stres adalah ancaman dan hujatan juga didapat dari nomor telepon pribadinya.

"Jujur buka handphone aja parno. Karena ada yang nyebar nomor pribadi Ica. Sampai ada yang bilang bakal ngehabisin Ica kalau ketemu. Sampai Ica gak berani keluar rumah," ungkapnya.

Ica juga mengklarifikasi jika apa yang dituduhkan padanya soal tutup akun instagram lantaran video itu viral adalah tidak benar. Sebab yang terjadi akun @alyccaaa miliknya ditutup oleh instagram karena banyak yang me-report.

Sementara Philip Biondi (27) sebagai orang yang memberikan Amer pada kuda nil lagi-lagi irit bicara soal dampak setelah video tersebar. "Iya sama terima teror. Kasihan keluarga terkena dampak," ungkapnya sambil terus menutup mukanya.



Rencananya mereka juga akan memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian. Keduanya juga siap menerima hukuman atas berbuatan tersebut.

"Mereka sudah tanggung akibatnya. Dihujat ribuan orang. Sekarang sudah minta maaf juga. Dan mereka sudah siap menerima sanksi hukum saat diperiksa di Polres Bogor nanti," kata kuasa hukum mereka, M Ali Nurdin.
(abw/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed