DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 20:39 WIB

Perekam Video Kuda Nil Diberi Anggur Merah Dapat Hujatan dan Teror

Tri Ispranoto - detikNews
Perekam Video Kuda Nil Diberi Anggur Merah Dapat Hujatan dan Teror Foto: Philip Biondi (27) dan Alyssa Dwi Fitri Amanda (25) saat memberi klarifikasi. (Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Kedua pelaku perekam video dan pemberi minuman keras Anggur Merah ke kuda nil di Taman Safari mengaku stres dan terancam setelah videonya tersebar. Keduanya mendapat hujatan dan teror.

Alyssa Dwi Fitri Amanda (25) mengaku dibuat stres akibat terus menerus menerima hujatan bahkan teror sejak video di akun instagramnya itu menyebar. Bahkan hal itu juga hingga menimpa keluarganya.

"Ancamannya lebih dari medsos. Itu sudah sampai ke keluarga, papah, mamah, ade, saudara. Padahal ini masalah Ica, tidak perlu ke yang lain," ujar wanita yang akrab disapa Ica itu, Sabtu (18/11/2017).

Sambil menangis dan terbata-bata Ica kembali mengungkapkan hal yang membuatnya stres adalah ancaman dan hujatan juga didapat dari nomor telepon pribadinya.

"Jujur buka handphone aja parno. Karena ada yang nyebar nomor pribadi Ica. Sampai ada yang bilang bakal ngehabisin Ica kalau ketemu. Sampai Ica gak berani keluar rumah," ungkapnya.

Ica juga mengklarifikasi jika apa yang dituduhkan padanya soal tutup akun instagram lantaran video itu viral adalah tidak benar. Sebab yang terjadi akun @alyccaaa miliknya ditutup oleh instagram karena banyak yang me-report.

Sementara Philip Biondi (27) sebagai orang yang memberikan Amer pada kuda nil lagi-lagi irit bicara soal dampak setelah video tersebar. "Iya sama terima teror. Kasihan keluarga terkena dampak," ungkapnya sambil terus menutup mukanya.

Di tempat yang sama kuasa hukum keduanya M Ali Nurdin berharap masyarakat bisa menerima permintaan maaf dan menghentikan bully bahkan teror terhadap kliennya. Sebab apa yang diterima kliennya sudah mulai mengganggu kehidupan sosial pribadi, keluarga, hingga pekerjaan.

Ali menegaskan sudah mengantongi beberapa nama atau akun yang dianggap sudah meresahkan dengan melakukan pengancaman terhadap kedua kliennya. Namun sementara hal itu tidak akan ditindaklanjuti.

"Tadi kita sempat bahas. Tapi kita tidak akan terlalu jauh dulu. Kita bereskan satu persatu masalah. Dan kita sudah tahu ada pihak yang mencoba memperkeruh suasana. Siapa saja yang memprovokasi dan melakukan ancaman," tandas Ali.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed