DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 19:07 WIB

Ingin Natalan, Warga Papua yang 'Disandera' KKB Minta Dievakuasi

Mei Amelia R - detikNews
Ingin Natalan, Warga Papua yang Disandera KKB Minta Dievakuasi Foto: Sebagian warga asli Papua yang semula tidak ingin dievakuasi akhirnya meminta dievakuasi ke Timika agar bisa merayakan Natal dengan damai. (Istimewa)
Tembagapura - Sebagian warga asli Papua yang semula tidak ingin dievakuasi akhirnya meminta dievakuasi. Mereka ingin secepatnya dievakuasi ke Timika agar bisa merayakan Natal dengan damai.

"Kami meminta dievakuasi karena kami capek, kami tidak tidur karena ketakutan. Maka kami mau istirahat baik di Timika. Maknya kami minta evakuasi," kata Agus, salah satu warga asli Papua yang berada di Kampung Banti Utikini, di Tembagapura, Papua, Sabtu (18/11/2017).
Ingin Natalan, Warga Papua yang 'Disandera' KKB Minta DievakuasiFoto: Sebagian warga asli Papua yang semula tidak ingin dievakuasi akhirnya meminta dievakuasi ke Timika agar bisa merayakan Natal dengan damai. (Istimewa)

Agus dan warga lainnya tidak ingin berlama-lama hidup dalam kondisi penuh ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Apalagi, sebentar lagi bulan Desember dia ingin merayakan natal dengan damai dan penuh sukacita.

"Kemudian habis bulan ini bulan besok akan datang Bulan Desember, maka kami juga siap-siap dibawa. Kami (ingin) natal tenang, kami tidak mau bertahan sampai natal juga tidak dinikmati dengan betul," terang Agus.
Ingin Natalan, Warga Papua yang 'Disandera' KKB Minta DievakuasiFoto: Sebagian warga asli Papua yang semula tidak ingin dievakuasi akhirnya meminta dievakuasi ke Timika agar bisa merayakan Natal dengan damai. (Istimewa)

Dengan adanya evakuasi ini, harapannya anak-anak mereka juga bisa bersekolah dengan aman. Warga juga meminta dievakuasi karena sebagian ada yang sakit-sakitan, sementara tidak bisa dibawa ke rumah sakit.

"Kami punya anak-anak perlu sekolah, karena berapa minggu tidak sekolah karena tutup, terus rumah sakit tutup. Banyak pasien di rumah, maka kami tidak mau bertambah parah," ujar Agus lagi.

Sementara Ubaya juga merasa tidak tenang hidup di Kampung Banti Utikini karena mendapat ancaman dan kekerasan dari KKB. Kelaparan hingga ketakutan mendera warga.

"Apa yang terjadi di tempat ini kita tidak tahu bagaimana nantinya, kami pusing, kami tidak makan, kami kelaparan, ada yang ditembak kita kubur saja di halaman. Sebenarnya kalau aman itu kita kubur di tempat (pemakaman umum)," ujar Ubaya.
Ingin Natalan, Warga Papua yang 'Disandera' KKB Minta DievakuasiFoto: Sebagian warga asli Papua yang semula tidak ingin dievakuasi akhirnya meminta dievakuasi ke Timika agar bisa merayakan Natal dengan damai. (Istimewa)

Ada sekitar seribuan lebih warga yang masih di atas dan ingin dievakuasi. Mereka berharap bisa dievakuasi hingga situasi dinyatakan aman.

"Ini tidak banyak masyarakat mau turun, tidak semua mau turun. Tapi barang, ternak, termasuk kepala suku yang merasa mau tetap tinggal di sini, tapi ini yang bagi merasa tidak tenang kita tempatkan di bawah, setelah aman (agar) bisa kembali naik," terang Ubaya.

Asisten Operasional (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal (Pol) M Iriawan mengatkan ada sekitar 500-an lebih warga Papua yang saat ini sudah berada di Tembagapura untuk proses evakuasi.

"Ada sekitar 500-600 warga asli Papua yang meminta dievakuasi yang sebelumnya mereka menolak (evakuasi). Kemarin kan 344 itu kebanyakan warga pendatang, nah untuk yang sekarang ini kami rencanakan evakuasi ke Timika Senin besok," ujar Iriawan kepada detikcom.

Tim TNI dan Polri masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap warga di Desa Banti Utikini dan Kimbeli, Mimika, Papua yang diisolasi oleh KKB. Jumat (17/11) kemarin ada 344 warga yang berasal dari Suku Buton, Maluku, Jawa, dan Papua yang berhasil dievakuasi dengan selamat.
(mei/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed