DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 14:42 WIB

Novanto Mau ke Pengadilan HAM Internasional, Pakar Hukum Heran

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Novanto Mau ke Pengadilan HAM Internasional, Pakar Hukum Heran Romli Atmasasmita (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, berencana menuntut penahanan kliennya oleh KPK ke pengadilan HAM internasional. Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menilai hal itu tidak tepat.

"Sebentar, Komnas HAM belum bergerak kok ngapain, kalau ada pelanggaran HAM kan dia yang turun. Kedua, ini penegakan hukum kok, gimana ceritanya," kata Romli setelah mengisi seminar Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Jayabaya di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/11/2017).


Romli menambahkan, bila mengacu pada UU Hak Asasi Manusia, penahanan Novanto bukan persoalan HAM, melainkan urusan negara kepada rakyatnya.

"Kalau baca UU HAM bukan urusan ini. Tapi urusan negara pada rakyat," imbuh Romli.

Selain itu, Romli merasa KPK tidak perlu menahan Novanto selama 20 hari di rumah sakit. Menurutnya, itu akan merugikan KPK dalam melakukan pemeriksaan.

"Sebenarnya nggak perlu (ditahan) awasi 24 jam dari polisi dan KPK saja cukup kan boleh saja diawasi. Malah merugikan, begitu ditahan batas waktu 20 hari berlaku, kalau dia terus sakit bagaimana? Nggak bangun-bangun, rugi dong batas waktu habis harus dibebaskan," jelasnya.


Sebelumnya diberitakan, penahanan Novanto dalam kondisi sakit dikritik Fredich dan dianggap sebagai pelanggaran HAM. Fredrich menolak menandatangani surat penahanan yang ditunjukkan penyidik KPK.

"Kemudian juga dalam keadaan sakit cukup serius. Ini kan berarti pelanggaran HAM internasional yang di mana jelas, saya sudah lihat caranya kerja begini. Kami sudah merencanakan kita akan menuntut di pengadilan HAM internasional. Jadi saya persiapkan dalam waktu segera," tuturnya di RSCM Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).
(adf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed