DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 09:09 WIB

Sandera KKB Dibebaskan, Kapolda Papua: Kini Fokus Salurkan Sembako

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sandera KKB Dibebaskan, Kapolda Papua: Kini Fokus Salurkan Sembako Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar memantau proses evakuasi sandera KKB (Foto:Istimewa)
Jakarta - Warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua telah berhasil dibebaskan oleh tim gabungan TNI-Polri. Tim gabungan sekarang fokus untuk menyalurkan logistik kepada warga yang menjadi korban penyanderaan.

"Nah berarti ke depan ini, kita bisa fokus distribusi sembako, kita berharap masyarakat tidak ada gangguan kembali, kemarin kan ditembak itu," kata Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar kepada detikcom, Jumat (17/11/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Boy menerangkan ratusan warga yang disandera oleh KKB telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun warga asli Papua memilih tetap tinggal di kampungnya.

"Dari awal saya sudah menyampaikan bahwa masyarakat asli Papua, yang ada di Banti itu, itu tentunya mereka berharap tetap bisa bertempat tinggal di kampung Banti, bersebelahan (Desa Kimbely)," terangnya.


Warga yang tetap tinggal di Banti itu, menurut Boy, meminta bantuan TNI-Polri untuk tetap berjaga dari ancaman KKB. Boy menjelaskan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan kepala suku setempat terkait pengamanan tersebut.

"Jadi tadi sudah koordinasi dengan kepala suku apakah kita keluar bersama-sama atau tetap di sini, kata pak kepala suku, bertahan ingin tetap di sana saja, makanya pak kepala suku, beberapa minggu atau hari terakhir ini lebih memerankan sebagai pihak yang ikut melindungi warga pendatang," jelasnya.


Menurut Boy, pada prinsipnya, TNI-Polri terus memastikan keselamatan warga dari ancaman KKB. Peristiwa penyanderaan yang membuat warga merasa terbatasi pun diharapkan tidak terulang kembali.

"Karena KKB itu membatasi mereka tidak boleh, bekerja tidak boleh, sekolah, berbalanja, bayangkan, pak kami tetap ada di Banti tetapi tentu kita membutuhkan bantuan agar KKB itu tidak mengisolasi mereka karena KKB ini bersenjata, membuat para warga masyarakat ada di situ, berkeliling, membawa senjata api, itulah ciri khas KKB itu," tutur mantan Kadiv Humas Polri itu.


Selain itu, Boy menuturkan warga yang mengalami trauma selepas penyanderaan tersebut akan mendapatkan pendampingan dari psikolog. Apalagi, sambung Boy, sebagian korban penyanderaan adalah anak-anak.

"Rata-rata shock, karena itu ada tembakan, jadi besok kita mau bantu program trauma healing, psikolog, psikiatri semoga bisa meringankan trauma yang mereka rasakan, apakagi anak-anak kan, balita, waduh tadi, ada tembakan mereka harus tiarap, mereka disuruh tiarap itu," tuturnya.

Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri berhasil membebaskan warga dari penyanderaan KKB. Operasi itu dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Asisten Operasi Kapolri, Irjen M Iriawan.

Sebanyak 344 warga Desa Kimbely dan Kampung Longsoran, Tembagapura, Papua, berhasil dievakuasi dari desa mereka yang diisolasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Warga yang dievakuasi tersebut kebanyakan berasal dari warga pendatang.


(knv/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed