Kehadiran Perempuan di Parlemen untuk Bela Wanita yang Tertindas

Kehadiran Perempuan di Parlemen untuk Bela Wanita yang Tertindas

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 17 Nov 2017 10:54 WIB
Foto: Ketua MPR Zulkifli Hasan dan GKR Hemas (Dok. MPR)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan dukungannya kepada perempuan untuk berjuang di politik. Menurutnya, kehadiran mereka akan memperjuangkan hak-hak perempuan.

"Kehadiran perempuan akan mewakili perjuangan dan membela hak-hak wanita. Representasi perempuan untuk membela kaumnya sangat diperlukan," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis dari MPR, Jumat (17/11/2017).

Zulkifli mengatakan itu saat membuka Konsolidasi Nasional III Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) di Kompleks Gedung MPR Jakarta, Kamis (16/11/2017). Acara ini dihadiri ribuan delegasi anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dari seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Zulkifli menyebut era reformasi membuka kesempatan perempuan untuk turut berjuang di politik.

"Kita berdiri di sini karena hasil reformasi. Karena reformasi siapapun punya hak yang sama untuk jadi apapun, termasuk kaum perempuan," ucap dia.

Sebagai Ketua MPR ia berharap peran politik perempuan bisa dimaksimalkan untuk membela kaum perempuan yang lemah dan tertindas.

"Masih banyak isu seperti kekerasan pada perempuan, cuti ibu hamil dan advokasi lainnya. Ini yang harus diperjuangkan pejuang perempuan di parlemen," tutur Zulkifli.

Nelayan Curhat Soal Cantrang

Puluhan perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia menemui Zulkifli di MPR, pada hari yang sama, Kamis (16/11). Nelayan yang hadir di antarnya dari Lebak, Rembang, Tegal, Lamongan, Kepri, dan Lampung.

Kepada Zulkifkli, para nelayan mengeluarkan uneg-uneg dan ketidakpuasan mereka terhadap beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Koordinator Aliansi Nelayan Indonesia, Riono menyampaikan, kedatangannya ke MPR karena di tengah situasi sekarang ini, hanya Zulkifli yang berani bicara apa adanya.

"Terima kasih Bang Zul sudah membuka pintu untuk nelayan. Sekarang ini kami kesulitan karena rencana pelarangan cantrang yang menyusahkan karena tak ada sokusi. Harapan kami sekarang tinggal MPR," ucap Riono.

Riono menyebut cantrang itu seperti hidup dan matinya nelayan. "Karena itu melalui forum ini kami minta dengan sangat agar penggunaan cantrang diteruskan. Demi kesejahteraan nelayan," harap Riono.

Menanggapi hal tersebut, Zulkifli menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan nasib nelayan. Menurut Ketua Umum PAN ini, konstitusi menegaskan negara harus hadir melindungi rakyat.

"Tugas negara melindungi rakyat, mewujudkan keadilan sosial. Harus ada solusi menyeluruh untuk kebaikan dan kesejahteraan nelayan. Jangan parsial," tegas Zulkifli.

Kehadiran Perempuan di Parlemen untuk Bela Wanita yang Tertindas Foto: Ketua MPR Zulkifli Hasan dan perwakilan nelayan (Dok. MPR)



(nwy/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads