Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat ini tengah melakukan olah TKP terkait kecelakaan tersebut. Lalu apakah polisi bisa mengetahui suatu kecelakaan itu murni terjadi atau sebuah rekayasa--sebagaimana dituduhkan oleh sebagian netizen di media sosial?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya, Halim belum menyimpulkan hasil olah TKP. Proses olah TKP masih berlangsung saat ini.
Seperti diketahui, mobil Toyota Fortuner B-1732-ZLO yang ditumpangi Setya Novanto dan Reza itu dikemudikan seorang wartawan bernama Hilman Matauch. Mobil tersebut menabrak tiang listrik di sebelah kanan jalan.
Setnov saat itu duduk di jok tengah. Dia sedianya hendak menuju kantor Metro TV untuk menjadi narasumber di program 'Prime Time News', yang ditayangkan Metro TV. Di tengah perjalanan, disepakati untuk live by phone, kemudian pengemudi bermaksud mencari tempat yang aman.
"Selesai live by phone, pengemudi merespons pembicaraan SN dan sambil sesekali menengok ke belakang dan menerima telepon dari kantor untuk membawa SN ke studio," sambung Halim.
Karena kurang konsentrasi, kemudian Hilman bergerak ke kanan dan menabrak trotoar, sehingga mobil naik ke atas menabrak pohon dan tiang listrik.
Pengacara: Kecelakaan Membuat Novanto Luka Parah
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, meminta jangan ada suara miring mengenai kecelakaan itu. Menurut Fredrich, kecelakaan tersebut benar adanya dan Novanto sampai pingsan hingga saat ini dirawat di rumah sakit.
"Kan masih menjalani pemeriksaan. Pak Novanto mengalami luka yang cukup parah dan tak sadarkan diri," ujar Halim. (mei/fjp)











































