Mendesak Adanya Komisi Intelijen

Pasca Bom Tentena

Mendesak Adanya Komisi Intelijen

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 00:00 WIB
Jakarta - Terjadi peledakan bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah merupakan hal yang seharusnya diantisipasi pihak Badan Intelijen Nasional (BIN). Dengan pertimbangan tersebut, keberadaan Komisi Intelijen sangat dibutuhkan. Komisi ini diperlukan untuk mengawasi kinerja intelijen. "Memang ada hal-hal yang memperihatinkan seperti kasus Munir, dimana ada anggota BIN yang terindikasi terlibat," kata Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Eros Djarot, dalam diskusi rutin yang berlangsung tertutup antara tokoh-tokoh partai politik di Hotel Crown, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2005). Hadir dalam diskusi tersebut tokoh partai lainnya, yakni Muhaimin Iskandar, Soetrisno Bachir, Zaenal Ma'arif, dan Ade Nasution.Peledakan bom di Poso sangat memukul kredibilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi, peledakan itu bersamaan SBY berada di Amerika Serikat (AS) dan adanya penutupan Kedutaan Besar AS di Jakarta. "Itu suatu hal memalukan," kata pria berkacamata ini.Seperti diketahui, dua bom meledak dalam tempo yang berdekatan pada Sabtu (28/5/2005). Pukul 08.15 Wita, bom pertama meledak di Pasar Tentena, Poso. Lalu, pukul 09.20 Wita, satu bom lagi meledak di Pasar Sentral Poso. Padahal, BIN sebelumnya telah mendeteksi adanya ancaman teror, namun waktu dan tempat sulit diprediksi.Di tempat yang sama, Muhaimin menjelaskan, dalam diskusi ini dibahas beberapa hal, yakni pelaksanaan pilkada yang akan mulai digelar, ancaman disintegrasi bangsa terutama di Papua, dan rendahnya produktifitas nasional dalam aturan kinerja kebudayaan, birokrasi, serta pemberantasan korupsi secara menyeluruh. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads