Didesak Mundur dari PAN
Soetrisno: Saya Tak Ambil Pusing
Rabu, 01 Jun 2005 20:53 WIB
Jakarta - Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, didesak mundur dari jabatannya. Ini terkait atas dugaan terlibat kredit macet Bank Mandiri. Namun, Soetrisno mengaku tidak ambil pusing terhadap desakan itu. "Mengapa harus saya tanggapi pernyataan dari ketua Pemuda Muhammadiyah karena ini kan masalah PAN," kata Soetrisno kepada wartawan di Hotel Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (1/6/2005).Apalagi, pengurus PAN di tingkat pusat dan daerah solid mendukung kepemimpinannya. "Jadi, tidak karena seseorang minta mundur terus saya langsung mundur," tukasnya. Menurutnya, pergantian ketua umum harus melalui kongres ataupun kongres luar biasa. "Ada aturan organisasi yang mengatur masalah itu," ujar Soetrisno. Ia mengakui memang masih ada kredit Bank Mandiri yang belum dilunasi. Kredit tersebut bukan miliknya melainkan kakaknya, Kamaluddin Bachir, yang sudah meninggal dunia. "Saya akan meneruskan untuk membayar sisa kredit tersebut," tegas Soetrisno. Ia mensinyalir ada kader PAN yang sengaja membesar-besarkan masalah ini. Untuk itu, DPP PAN akan menggelar rapat pada 3 Juni mendatang."Rapat itu akan menyelesaikan secara politis," tandasnya. Sebelumnya, Ketua Peduli Amanat Reformasi (Pari) Armyn Gultom, meminta Soetrisno mundur. Hal ini karena Soetrisno, pemilik Ika Muda Group, terlibat kredit macet di Bank Mandiri sebesar Rp 178 miliar. Armyn menjelaskan, Soetrisno sudah mencicil Rp 2 miliar dari total utangnya. Tetapi jumlah cicilan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan total kredit macetnya yang berjumlah Rp 178 miliar. Karena itu, dirinya mendesak agar segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB) PAN.
(ton/)











































