DetikNews
Kamis 16 November 2017, 11:44 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, KPK Panggil Hakim Mahkamah Pelayaran

Faiq Hidayat - detikNews
Kasus Suap Dirjen Hubla, KPK Panggil Hakim Mahkamah Pelayaran Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK memanggil Hakim Mahkamah Pelayaran Capt. Karolus Geleuk Sengadji sebagai saksi terkait suap Dirjen Hubla. Karolus diminta keterangan tersangka Antonius Tonny Budiono (Dirjen Hubla nonaktif).

Saksi lain yakni swasta Christine Anton, swasta Billyani Tani, Staff Pusbang SDM Aparatur Perhubungan Kemenhub Andreas dan PNS Ditjen Perhubungan Laut Iyan Prastono.

"Mereka dipanggil sebagai saksi terkait tersangka ATB," kata Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (16/11/2017).

Tonny ditangkap KPK pada Rabu (23/8). Dia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

KPK mengamankan 33 tas berisi uang dengan berbagai jenis mata uang dengan total Rp 18,9 miliar. Ada 7 mata uang, yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), poundsterling (GBP), dong Vietnam (VND), euro, ringgit Malaysia (RM), dan rupiah (IDR).

Selain itu, KPK mengamankan empat kartu ATM yang salah satunya tersisa saldo Rp 1,174 miliar. ATM itu disiapkan untuk membayar 'setoran' kepada Tonny. Total Rp 20 miliar ini merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam penggeledahan Jumat (25/8), diamankan sekitar 50 barang yang terdiri dari keris, tombak, dan batu cincin dari mes perwira Ditjen Hubla Bahtera Suaka, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, terkait gratifikasi.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed