"Saya tidak setuju BUMD diminta untuk mandiri," kata Bestari di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).
Menurutnya, jika BUMD mandiri, hal itu akan berpengaruh pada pengendalian harga di pasar. Selain itu, hal tersebut akan membuka kesempatan bagi swasta untuk menguasai saham di BUMD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa itu yang kita mau?" lanjut Bestari.
Bestari tak ingin mandirinya lima BUMD tersebut akan menjadi seperti PT Kawasan Berikat Nusantara, di mana Pemprov DKI memiliki saham 49% namun tidak dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan.
"Kayak Kawasan Berikat Nusantara, 49 persen saham kita di sana. Tapi kita tidak bisa bikin keputusan apa-apa. Apakah kita mau seperti itu sementara uang sudah masuk banyak? Atau sekalian juallah itu," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI mengusulkan tidak menganggarkan dana PMD pada lima BUMD. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yakin BUMD tersebut dapat lebih profesional dan fleksibel dalam menjalankan usahanya meski tidak diberi PMD.
"BUMD kemarin yang semuanya dengan mendukung secara full bahwa mereka harus mandiri semuanya dari lima BUMD yang (PMD-nya) pernah diusulkan dan bertemu saya dan 'Alhamdulillah Pak dengan begini kami bisa lebih mandiri," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, hari ini. (nvl/nvl)











































