DetikNews
Rabu 15 November 2017, 17:30 WIB

7 Jam Terungkap, Begini Cara Polisi Tangkap Badrun Pembunuh Imam

Mei Amelia R - detikNews
7 Jam Terungkap, Begini Cara Polisi Tangkap Badrun Pembunuh Imam Badrun saat ditangkap polisi. (Mei R Amelia/detikcom)
Jakarta - Pembunuhan Imam Maulana (19) terungkap kurang dari 24 jam setelah mayatnya ditemukan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Polisi berhasil menangkap pelakunya, Badrun (43), setelah mendapatkan beberapa petunjuk.

"Proses dari kejadian penemuan mayat sampai pengungkapan ini tujuh jam saja," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta kepada wartawan di lokasi pembunuhan di Clean House Laundry, Perumahan Citra Gran, Bekasi, Rabu (15/11/2017).



Nico mengatakan penangkapan pelaku ini berkat kerja sama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polres Banyumas. Polisi berhasil mengungkap pelaku setelah mengetahui identitas korban.

"Dari hasil pengecekan sidik jari, korban diketahui bernama Imam Maulana, asal Banyumas, Jawa Tengah," imbuh Nico.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah mendapat laporan temuan mayat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa (14/11) sore kemarin.

"Dari TKP, kita telusuri identitas korban, didapat informasi dari Polres Banyumas memang betul ada warga sana bernama Imam Maulana," kata Hendy.

Setelah mendapatkan identitas korban, polisi kemudian meminta keterangan teman-teman dekat korban dan keluarga. Didapat informasi bahwa korban bekerja di sebuah laundry di Bekasi.

"Kemudian kami meminta keterangan pemilik laundry, dan memang betul korban bernama Imam ini bekerja di laundry miliknya," sambung Hendy.




Selanjutnya, polisi kemudian melakukan observasi di tempat laundry tersebut pada Selasa (14/11) malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku ditangkap saat hendak mengantarkan cucian.

"Awalnya tersangka tidak mengaku telah melakukan pembunuhan, tersangka mengaku bahwa korban pergi ke Bandung," ujar Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya Nugraha.

Namun, dari bukti-bukti yang diperoleh polisi, tersangka tidak dapat mengelak. Selain dari CCTV, polisi mendapatkan keterangan dari saksi-saksi yang menguatkan bahwa Badrun adalah pelaku pembunuh Imam.

"Ada saksi yang melihat ketika Badrun berdua bersama sopir taksi online menurunkan kantong plastik berisi mayat korban di terminal," imbuh Ari.

Selain itu, polisi telah meminta keterangan driver taksi online yang dipesan tersangka. "Pada saat mayat dimasukkan ke dalam mobil, itu diangkat sendiri oleh tersangka," tutur Ari.

Siang tadi, polisi membawa tersangka ke TKP. Dari hasil pengecekan barang bukti, polisi memastikan Badrun memang pelakunya.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersangka, maupun barang bukti yang ada di lokasi, sudah sesuai. Artinya bahwa tersangka memang melakukan pembunuhan korban di tempat laundry tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.


pelaku pembunuhan imam (laundry - kampung rambutan)Pelaku pembunuh Imam. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)



(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed