"Jadi masih berkoordinasi untuk meningkatkan pelayanan tetapi rute reguler tetap dioperasionalkan. Karena memang sekarang kan ada pembangunan infrastruktur, sehingga headway daripada TransJ tidak bisa kita jamin," kata Kadishub DKI Andri Yansyah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Andri menjelaskan modifikasi trayek diperbolehkan selama tidak bersinggungan dengan PSO lainnya. Tapi, bila perubahan trayek tersebut diperuntukkan guna peningkatan pelayanan, hal itu akan dipertimbangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri berharap modifikasi rute Ragunan-Monas via Semanggi menjadi via Pangeran Antasari tidak menimbulkan inefisiensi bagi masyarakat. Selain itu, dia meminta PT TransJakarta memberikan waktu sosialisasi sebelum perubahan rute dilakukan.
"Makanya itu, trayeknya nanti itu kita lihat mana yang dihilangkan mana yang dimodifikasi supaya trayek-trayek itu betul efektif dan tidak menimbulkan inefisiensi. Jangan sampai masyarakat bingung, itu yang kita cegah jangan sampai begitu," imbuhnya.
"Yang kedua, ada jeda sosialisasi kepada masyarakat misalnya untuk trayek-trayek atau halte-halte di busway ada semacam pemberitahuan besok yang tadinya lewat jalur ini tadinya sekian bus jadi sekian bus karena sebagian bus akan dialihkan ke sini. Jadi masyarakat nggak bingung. Nungguin lama tiba-tiba nggak ada," sambungnya.
Sebagaimana diketahui, rute baru ini melayani Halte Ragunan, Halte Kementerian Pertanian, Halte Bundaran Senayan, Halte Gelora Bung Karno, Halte Polda, Halte Bendungan Hilir, Halte Karet, Halte Dukuh Atas 1, Halte Tosari, Halte Sarinah, Halte Bank Indonesia, dan Halte Monas.
Rute Ragunan-Monas via Semanggi juga dimodifikasi menjadi Monas-Semanggi via Tendean (Koridor 13). Perubahan kedua layanan ini dilakukan mulai 20 November mendatang. (adf/nvl)











































