DetikNews
Rabu 15 November 2017, 12:59 WIB

Bupati Serang Angkat Tangan Soal Banyaknya SD yang Memprihatinkan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Bupati Serang Angkat Tangan Soal Banyaknya SD yang Memprihatinkan Kondisi SD Negeri Citasuk 2, Serang, Banten memprihatinkan (bahtiar/detikcom)
Serang - Bupati Serang Tatu Chasanah angkat bicara soal kondisi SD di Kecamatan Padarincang yang rusak dan bubar bila hujan datang. Ia mengatakan ada 1000 lebih ruang kelas di daerahnya dalam kondisi rusak. Dan ia tidak sanggup jika harus menyelesaikan dalam 1 atau 2 tahun.

"Ruang kelas masih di atas 1000 ruang kelas untuk SD yang kondisinya rusak. Dan kita tidak sanggup untuk menyelesaikan dalam 1-2 tahun ini karena anggaran," kata Tatu Chasanah kepada wartawan di Puspemkab Serang, Banten, Rabu (15/11/2017).

Tatu mengatakan, data sebanyak 1000 lebih ruang kelas SD yang rusak sudah masuk ke Dinas Pendidikan Kabupaten Serang. Data tersebut, menurutnya ia minta pada Selasa malam (14/11) kepada kepala bidang SD di dinas terkait.

Bupati Tatu sendiri mengaku tidak tahu persis mengenai berapa anggaran dari APBD khusus untuk pembangunan ruang kelas SD yang rusak di Kabupaten Serang. Data tersebut menurutnya ada di Dinas Pendidikan. Selain itu, pihaknya sedang berupaya dengan kementerian terkait dan menggunakan APBD sendiri.

"Di Dindik (Dinas Pendidikan), saya takut salah. Pokoknya saya minta jumlah yang rusak ditulis per SD-nya, mangga (silahkan)1000 lebih. Anggaran seperti apa, kebijakan APBD Serang seperti apa, karena kita punya Perda Percepatan Infrastruktur," jelasnya.
Bupati Serang Angkat Tangan Soal Banyaknya SD yang Memprihatinkan

Khusus di Perda Percepatan Infrastruktur, Tatu menjelaskan bahwa pemerintah menganggarkan sampai Rp. 300 miliar pertahun.

"Nggak kebayang kalau Rp 300 miliar ditarik PU (Pekerjaan Umum), berapa dinas tutup. Jadi nggak semudah itu," katanya lagi.

Selain masalah sekolah rusak, Bupati Tatu juga mengaku mendata ada sekitar 12.700 rumah tidak layak huni (rutilahu) di seluruh Kabupaten Serang. Jika dihitung bantuan per rumah saja misalkan Rp.20 juta, pemerintah bisa menghabiskan sampai Rp 240 miliar.

"Kita nggak sanggup. Sepertinya kita nggak care, padahal engap-engapan,"
(bri/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed