DetikNews
Rabu 15 November 2017, 12:32 WIB

Resmikan IGMP, JK: Kita Berpikir Teknologi Nuklir untuk Damai

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Resmikan IGMP, JK: Kita Berpikir Teknologi Nuklir untuk Damai Foto: Wapres JK meresmikan IGMP. (Dokumen Tim Media Wapres)
Tangerang Selatan - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk perdamaian. Pemanfaatan teknologi atom bisa untuk pengembangan pertanian di Indonesia.

"Kita dapat melaksanakan dan menggunakan teknologi tinggi, apalagi nuklir atom yang selalu jadi perhatian dunia," kata JK dalam sambutannya saat meresmikan Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) dan Laboratorium Radioisotop di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/11/2017).

"Tapi tentu kita bukan korea yang berpikir teknologinya untuk perang. Kita berpikir teknologi nuklir untuk damai," sambungnya.

JK mengatakan salah satu masalah yang dihadapi Indonesia yang memiliki penduduk 260 juta orang adalah soal makanan. Karena itu, tantangan ke depannya adalah bagaimana meningkatkan produksi pertanian dalam negeri.

"Solusinya satu, teknologi. Bagaimana meningkatkan hasil pertanian, tadi lewat bibit yang baik dihasilkan riset di BATAN ini dan juga bagaimana produk itu sampai di negara kepulauan yang besar ini," terangnya.

Resmikan IGMP, JK: Kita Berpikir Teknologi Nuklir untuk DamaiFoto: Wapres JK meresmikan IGMP. (Dokumen Tim Media Wapres)

Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dan 3.000 di antaranya dihuni oleh penduduk. JK mengatakan penyaluran logistik untuk penduduk ke berbagai wilayah harus berkejaran dengan waktu.

"Bagaimana tadi kendala waktu bisa diatasi dengan logistik yang baik dan teknologi sehingga memudahkan sistem logistik kita karena bisa tahan lama sehingga bisa memenuhi kebutuhan nasional," ucapnya.

Selain itu, JK meminta pihak BATAN untuk tetap terus melakukan penelitian untuk masa depan yang lebih baik dan dapat bersaing dengan negara-negara tetangga di kawasan Asean.

"Suatu lembaga penelitian melihat ke depan karena teknologi sangat cepat jalannya. Tanpa penelitian kita cuma bisa jadi konsumen," jelasnya.
(tfq/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed