DetikNews
Selasa 14 November 2017, 22:26 WIB

Mahfud MD: Saat Pak Anies Bilang Pribumi, Itu Bukan Diskriminasi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Mahfud MD: Saat Pak Anies Bilang Pribumi, Itu Bukan Diskriminasi Mahfud MD (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD bicara soal pidato Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyebut kata 'pribumi'. Mahfud menegaskan tidak ada diskriminasi apa pun dalam pidato Anies tersebut.

"Ketika Pak Anies mengatakan 'pribumi', seakan (dianggap) membedakan kelas-kelas penduduk kita. Nah, kami mengatakan sebenarnya tidak ada kaitan dengan diskriminasi. Apalagi diskriminasi menurut hukum dan menurut konvensi-konvensi internasional itu, kaitannya selalu dengan kelompok sosial, dengan agama, perbedaan gender, dan sebagainya, yang tidak ada kaitannya dengan urusan-urusan bangsa sendiri," jelas Mahfud dalam sambutannya pada acara temu Simposium Guru Besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (14/11/2017).

Mahfud mengatakan pidato Anies merupakan ekspresi nasionalisme yang mencakup seluruh ikatan primordialisme di Indonesia. Hal tersebut merupakan ciri bangsa Indonesia. Mahfud menyinggung pembangunan di Indonesia yang kerap dikeluhkan tidak begitu dirasa manfaatnya oleh warga negara.

"Lalu mengapa membangun negeri memihaki bangsa sendiri, karena Bapak Jusuf Kalla yang terhormat dia ada keluhan di kalangan masyarakat bahwa negara ini pembangunan Indonesia atau pembangunan di Indonesia?" papar Mahfud.

Mahfud memandang makna pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang dirasa manfaatnya oleh seluruh warga negara. Sedangkan pembangunan di Indonesia adalah pembangunan yang belum tentu dirasa manfaatnya oleh warga sendiri.

"Kalau pembangunan Indonesia tentu bangsa sendiri akan menikmati seluruh hasil pembangunan itu. Tapi, kalau pembangunan di Indonesia, boleh jadi bangsa kita tidak menikmati hasil pembangunan itu, tetapi meriah di sini pembangunannya, namun yang memakan atau menikmati itu adalah bangsa lain," pungkas Mahfud.
(nvl/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed