Referendum Konstitusi Eropa di Belanda
Jika Nee, Kabinet Terancam
Rabu, 01 Jun 2005 14:46 WIB
Den Haag - Belanda hari ini menggelar referendum soal Konstitusi Eropa. Arus menolak menurut berbagai polling lebih kuat. Jika jawabannya ternyata Nee, kabinet didesak mundur.Menurut polling Interview/NSS rasio yang pro Konstitusi Eropa dan yang kontra adalah 46:54. Biro Maurice de Hond menunjukkan angka 41:59. Sedangkan rasio menurut TNS Nipo lebih lebar lagi, yakni 38:62. Selain indikasi penolakan rakyat cukup kuat, perlawanan dari elite partai terutama oposisi juga besar. Kubu LPF misalnya menyuarakan, jika rakyat Belanda menolak dengan menjawab Nee (Tidak), maka posisi Menlu Ben Bot patut dipertanyakan. Sedangkan Geert Wilders, politisi muda berhaluan ultra kanan berpendapat, jika rakyat menolak dengan menjawab Nee, maka seluruh kabinet harus mundur. Sementara SP dan SGP menilai Sekretaris Negara Urusan Eropa Atzo Nicolai juga mesti mundur."Jika hasilnya Nee, maka kabinet harus angkat koper. Kabinet ini telah mempropagandakan Konstitusi Eropa dengan muatan menghina (terhadap kelompok penolak) dan telah kehilangan kepercayaan. Jadi harus bubar dan gelar pemilu lagi," kata Wilders. Politisi yang rambutnya dicat ala burung podang ini keliling negeri untuk mengajak rakyat menolak konstitusi Eropa.Sedangkan tokoh LPF Matt Herben menilai bukan hanya kabinet yang harus mundur. "Bukan hanya kabinet, tetapi juga Wouter Bos (ketua Partai Buruh) dan Femke Halsema (ketua Partai Groenlinks/Hijau Kiri)," ujar Herben.Tokoh penyambung idealisme Pim Fortuyn itu merasa muak dengan kampanye PM J.P Balkenende yang memprovokasi rakyat agar jangan mengikuti jejak rakyat Prancis. "Sebuah pernyataan yang tidak layak, yang menunjukkan Balkenende tidak mengerti bahwa ada perlawanan baru dari rakyat melawan elite, seperti terjadi pada 2002 dengan Pim Fortuyn," papar Herben.Herben mengharapkan PM Balkenende bertekuk lutut. Bila perlu, dia bahkan siap untuk mendukung mosi pemecatan terhadapnya. Dia juga menilai bahwa akan sangat elok jika Menlu Ben Bot juga mundur. "Dia paling bertanggung jawab atas propaganda pro Konstitusi Eropa," demikian Herben.Harry van Bommel dari Partai Sosialis (SP) menimpali, jika Balkenende kembali mengatakan bahwa dia tidak dapat menjelaskan penolakan rakyatnya di Brussel (ibukota Unir Eropa), maka lebih baik dia mundur. Ia juga memperkirakan bahwa Sekretaris Negara Urusan Eropa akan mundur jika rakyat memilih menolak."Situasinya akan sama seperti mantan Menteri Thom de Graaf (Pembaruan Pemerintahan), yakni dia tidak dapat berbuat lagi sesuai fungsinya," kata Van Bommel, menunjukan jatuhnya Menteri dimaksud pada Maret lalu.
(es/)











































