Menkes pun Tak Bisa Stop Kebiasaan Merokok Suaminya
Rabu, 01 Jun 2005 14:43 WIB
Jakarta -
Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia, wajar jika Menkes Siti Fadillah Supari woro-woro agar masyarakat Indonesia menyetop kebiasaan merokok yang tampaknya telah jadi 'budaya' baru bangsa ini. Tapi apa lacur, justru Bu Menkes angkat tangan menghentikan kebiasaan merokok sang suami."Di rumah saya saja masih ada yang tidak bisa saya hentikan merokoknya. Dia sudah merokok puluhan tahun," tutur Menkes saat memberitakan pidato Hari Tanpa Tembakau di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (1/6/2005).Siapa orang yang dimaksud Siti? "Suami saya," kata Menkes sambil tersenyum malu.Gara-gara gagal menghentikan 'tradisi' sang suami, terpaksa jika suami sedang kebal-kebul, ya diminta pergi. "Jadi caranya, menghindari perokok atau si perokok disuruh keluar rumah," cerita perempuan berkacamata ini.Menkes mengakui, tingginya perokok aktif di Indonesia merupakan kegagalan tenaga kesehatan, untuk membuat orang tidak merokok. "Memang sulit menghentikan merokok," kata petinggi otoritas kesehatan ini."Para petugas kesehatan dan mahasiswa kedokteran masih belum bisa menjadi suri teladan yang baik dalam hal perilaku tidak merokok. Hal ini sungguh sangat menyedihkan," sesal Siti.Lalu apa solusinya? "Mulai hari ini saya serukan agar sarana-sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, membuka klinik konseling berhenti merokok dan mengaktifkannya," imbaunya.Pasiennya termasuk suami Menkes, Bu?
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































