36 Orang Korban Bom Tentena Masih Dirawat di Rumah Sakit
Rabu, 01 Jun 2005 14:42 WIB
Poso - Ledakan bom di Pasar Tentena, Poso menyisakan luka mendalam bagi warga Tentena. Sedikitnya 36 orang korban bom Tentena sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Sinar Kasih, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). Dari 36 orang tersebut, 12 orang di antaranya perempuan, 23 orang laki-laki dewasa dan 1 anak-anak.Menurut rencana, hari ini 9 orang korban dari 36 yang masih dirawat ini akan menjalani operasi untuk mengeluarkan serpihan bom dari badan. Penjelasan situasi terakhir para pasien ini disampaikan Direktur RS Sinar Kasih GKST, Dr Syam Mahmud kepada detikcom di ruang kerjanya Jalan Setiabudi Tentena, Rabu (1/6/2005).Sementara, untuk persediaan darah, sampai saat ini masih terpenuhi, yakni sejumlah 43 kantong darah. Sementara kebutuhan darah saat ini 5 orang membutuhkan darah golongan B dan 4 orang membutuhkan golongan darah A. Tentena NormalSituasi kota Tentena pasca ledakan bom, berangsur-angsur normal. Pasar Tentena yang menjadi pusat ledakan bom sampai saat ini belum bisa digunakan. Di Pasar tentena sampai saat ini masih dipasangi police line. Sejumlah tenda polisi juga didirikan untuk membantu pihak laboratorium forensik menyelidiki bekas kejadian ledakan bom.Para pedagang yang biasanya mangkal di Pasar Tentena saat ini hanya biasa berjualan di sekitar Jalan Setiabudi, dari samping kantor Polsek Pamona Utara sampai sebelah kantor BRI. Para pedagang membuat lapak-lapak di sepanjang Jalan Setiabudi. Dari puluhan pedagang Pasar Tentena, hanya 8 orang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut. Mereka membangun lapak-lapak, dengan jualan ikan , sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya.Salah satu pedagang bernama Erni Polowiwi yang sebelumnya berjualan di Pasar Tentena memilih berjualan di samping Polsek. Erni mengaku masih trauma atas peristiwa yang akhirnya merenggut teman-temannya itu. "Saya takut juga", kata dia. Erni sebelumnya berjualan barang pecah belah, tapi semua barang dagangan hancur akibat ledakan bom. Kini, Erni jualan telor ayam.
(jon/)











































