Dapat Paket Mencurigakan, Kedubes RI di Australia Ditutup
Rabu, 01 Jun 2005 13:50 WIB
Jakarta - Gara-gara kasus Corby, Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Canberra, Australia ditutup pada Rabu (1/6/2005) pagi waktu setempat. Penutupan ini dilakukan setelah Kedubes menerima bungkusan mencurigakan.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer kepada Parlemen seperti diberitakan media lokal Sydney Morning Herald, Rabu (1/6/2005). Belum jelas sampai kapan Kedubes RI akan ditutup.Dikatakan Downer, Kedubes RI telah meminta pengamanan tambahan di sekitar gedung Kedubes. Karena itu Kedubes kini dikelilingi oleh truk-truk brigade pemadam kebakaran dan para personel dinas emergensi. Menurut petinggi negeri Kangguru itu, insiden ini merupakan keprihatinan besar. "Kedubes telah ditutup. Kedubes dikelilingi truk pemadam kebakaran dan peralatan dinas emergensi lainnya," tutur Downer.Kejadian ini diyakini Downer ada hubungannya dengan kemarahan publik Australia atas vonis 20 tahun penjara bagi ratu mariyuana asal Australia, Schapelle Corby."Kami mengutuk kesewenangan seperti ini dan mengimbau masyarakat yang peduli akan Schapelle Corby untuk menyalurkan energi guna mendukung tim pembela hukum dia (Corby)," kata Downer.Downer menyayangkan insiden ini dan menegaskan bahwa masalah ini tidak ada gunanya bagi kemajuan kasus Corby dan upaya pemerintah untuk merundingkan kesepakatan pertukaran tahanan. "Ini masalah keprihatinan besar dan ini sangat tidak membantu," tegas Downer.Seorang sumber Kedubes RI mengatakan, semua staf kedutaan baik-baik saja. Namun mereka belum diizinkan meninggalkan Kedubes. Menurut seorang juru bicara kepolisian Canberra, paket mencurigakan itu diterima Kedubes pada pagi tadi. "Sebagai respons normal kami terhadap paket mencurigakan, paket itu langsung dibawa dan kami saat ini tengah menganalisanya," ujarnya. Menurut juru bicara tersebut, butuh beberapa jam untuk menganalisa paket tersebut.Kasus Corby memang menimbulkan kemarahan besar publik Australia. Bahkan kabarnya banyak warga Australia yang ingin meminta kembali sumbangan uang yang telah mereka berikan untuk para korban tsunami di Aceh.
(ita/)











































