Rapat digelar di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana.
Rapat itu merupakan rapat lanjutan dari Senin (13/11) lalu yang membahas mengenai cara menutupi kekurangan anggaran RAPBD 2018 sebesar Rp 2,5 triliun. Sekda DKI Saefullah mengatakan atas usulan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk tidak menganggarkan anggaran pada lima BUMD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saefullah mengatakan BUMD tersebut untuk mandiri dan profesional. Anies-Sandi, menurut Saefullah, yakin BUMD tersebut bisa berjalan tanpa tambahan anggaran.
"Di Samping itu, sampai tadi pagi hasil koordinasi dengan Pak Wagub, teman-teman BUMD diminta lebih profesional dalam mengembangkan bisinis dan tidak meminta PMD ke Pemprov DKI," terangnya.
Saefullah mengatakan kekurangan RP 2,5 triliun juga akan diambil dari PMD PT Jakpro terkait LRT Fase II yang dikurangi sebesar Rp 1,2 triliun. Terdapat pula dana sebesar Rp 650 miliar dari Jakpro saat ditugaskan merevitalisasi Palyja.
"Dalam ringkasan kesepakatan yang telah kita, APBD kita rencananya dengan total Rp 77,50 triliun," tuturnya. (fdu/idh)











































