Bill Clinton Dituding Perkosa Seorang Perawat
Rabu, 01 Jun 2005 12:59 WIB
Jakarta - Mantan presiden AS yang satu ini memang tidak pernah sepi dari berita. Siapa lagi kalau bukan Bill Clinton, yang pernah menggemparkan Gedung Putih dengan skandal seksnya bersama perempuan bertubuh bongsor, Monica Lewinsky.Kali ini, Clinton dituding telah memperkosa seorang perawat. Tuduhan itu dibeberkan oleh seorang perempuan AS yang berprofesi sebagai pengacara, Candice E Jackson dalam sebuah buku barunya bertitel THEIR LIVES - THE WOMEN TARGETED BY THE CLINTON MACHINE.Buku kontroversial itu ditulis Jackson karena dirinya sangat muak dengan Clinton, yang seakan mengabaikan perselingkuhannya dalam buku otobiografinya, MY LIFE yang laku keras itu. Dalam bukunya ini, Jackson membeberkan beberapa perempuan yang menurutnya telah melakukan hubungan seks dengan Clinton.Cerita Jackson difokuskan pada tujuh perempuan, termasuk Gennifer Flowers yang disebut-sebut sebagai gundik Clinton, penyiar radio Sally Perdue, pegawai Gedung Putih Monica Lewinsky serta Juanita Broaddrick, perawat yang mengaku telah diperkosa Clinton. Demikian seperti dilansir situs contact.music.com, Rabu (1/6/2005). Menurut pengakuan Broaddrick, dirinya bertemu dengan Clinton pada tahun 1978 saat mantan pemimpin AS itu singgah untuk berkampanye di sebuah klinik tempat Broaddrick bekerja. Saat itu Clinton masih menjabat sebagai Jaksa Agung Arkansas.Menurut penuturan Broaddrick, Clinton bertanya kepada dirinya apakah mereka berdua bisa ngobrol sambil minum kopi di kamar hotel perempuan itu agar tidak ketahuan wartawan. Broaddrick pun mengiyakan dan mengajak Clinton ke kamarnya. Namun di sana, Clinton mendorongnya ke tempat tidur dan langsung menyetubuhi dirinya.Kepada Jackson, Broaddrick berujar bahwa situasi saat itu sangat panik. Namun dirinya hanya bisa terus menjerit meminta Clinton menghentikan perbuatan tak senonohnya. Tapi Clinton malah menggigit bibir perawat itu untuk mendiamkan dirinya."Saat semuanya berakhir, dia langsung berdiri dan merapikan dirinya, dan saya menangis saat itu. Dia berjalan ke pintu dan dengan tenang mengenakan kacamata hitamnya," ujar Broaddrick.Entah bagaimana tanggapan Clinton saat membaca buku tersebut.
(ita/)











































