Akbar: Kabinet Dirombak, Golkar Kantongi Nama Calon Menteri

Akbar: Kabinet Dirombak, Golkar Kantongi Nama Calon Menteri

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2005 12:24 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet dinilai wajar. Partai berlambang pohon beringin pun telah menyiapkan beberapa nama calon menteri yang bakal duduk di kabinet SBY. Hal ini disampaikan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung saat melayat Radius Prawiro di Jalan Taman Darmawangsa I No 11, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2005)."Saya tahu ada beberapa yang memang sudah disebut-sebut duduk di dalam kabinet. Tapi saya tidak bisa menyebutkannya," ujar Akbar.Dia menjelaskan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden dan setiap saat presiden dapat mengganti para pembantunya. Presiden SBY sudah menetapkan akan melakukan evaluasi tehadap kabinet setelah satu tahun."Saya pikir dalam satu tahun wajar untuk dilakukan evaluasi. Walaupun kita ketahui bahwa menteri sekarang masih ada yang belum lengkap organisasi kementeriannya dan ini menggambarkan pembentukan kabinet kelihatan tidak berjalan lancar," ungkap mantan Ketua DPR RI ini."Sekarang struktur organisasi beberapa kementerian baru saja selesaisehingga prestasinya tentu, kalau mau diukur bulan Oktober yang akan datang waktu penilaiannya begitu singkat. Tetapi apa pun yang ditentukan presiden yang mengatakan akan melakukan evaluasi satu tahun ya kita tunggulah," lanjutnya.Ketika ditanya apakah Golkar telah menjadi partai pemerintah, Akbar menjawab tidak ada pilihan lain. "Karena ketua umumnya menjadi wapres. Jadi Golkar tidak mungkin lagi memposisikan diri membuat jarak dengan pemerintah. Meskipun bukan berarti Golkar (selalu) mengikuti pemerintah," kata Akbar.Meski demikian, Akbar berharap Golkar tetap kritis. "Jadi aspirasi rakyat harus diperhatikan. Kalau tidak, nanti rakyat bisa tidak memberikan dukungan kepada Golkar," imbuhnya.Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Agung Laksono menolak menyebutkan nama-nama calon menteri yang akan duduk di kabinet SBY mendatang. "Tidak etis membicarakan segala sesuatu yang belum terjadi. Saya sudah bicara dengan ketua umum (Jusuf Kalla) dan belum waktunya untuk dibicarakan," ujarnya singkat. (aan/)


Berita Terkait