DetikNews
Selasa 14 November 2017, 09:35 WIB

Anies soal Karaoke Diamond: Bila Ada Narkoba, Tak Bisa Beroperasi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Anies soal Karaoke Diamond: Bila Ada Narkoba, Tak Bisa Beroperasi Anies tidak akan memberi kompromi terhadap peredaran narkoba di Jakarta. (Marlina Oktavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Peredaran narkoba di Jakarta meningkat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertekad tidak akan memberikan kompromi bagi peredaran narkoba di Ibu Kota, terutama di tempat-tempat hiburan.

Anies semula mengungkapkan dirinya telah mendapat laporan dari Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu pada Senin, 13 November 2017, sore tentang tindak lanjut terhadap Karaoke Diamond setelah ada penangkapan kasus narkoba.


"Lalu beliau menanyakan bagaimana langkah ke depan. Saya tegaskan kami jalankan Perda Nomor 6 itu dan kami ingin agar serius dalam mencegah narkoba. Tidak ada tutup-buka, tutup-buka, begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak lagi bisa beroperasi," kata Anies.

Anies ingin menggarisbawahi bahwa pihaknya tidak sekadar mencari keterlibatan dan lain-lain, tapi juga dibutuhkan kerja sama untuk memerangi narkoba.

"Dan kami meminta kepada semua tempat. Apalagi tempat-tempat yang beroperasi di malam hari. Jangan biarkan lokasi itu menjadi tempat peredaran narkoba," ujar Anies, yang mengenakan seragam dinas berwarna cokelat.



Menurut Anies, angka pengguna narkoba di Jakarta meningkat. "Saya tadi sempat cek data-datanya. Di Jakarta ini angka, sebentar maaf, angkanya itu makin meningkat. Jadi diperkirakan lebih dari lima ratus ribu orang sekarang pengguna narkoba dan 40 persen adalah karyawan dan 20 persen adalah siswa. Ini informasi dari Kepala BNNP DKI dan kalau kita lebih lihat lebih jauh lagi Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia sempat menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir jumlah pengedar narkoba anak itu meningkat hingga 300 persen. Jadi dari sisi kasus dari 2014 kasusnya sebanyak 12.929 itu meningkat menjadi 17.300 tahun 2016 dan peningkatan terbesar justru terjadi di lulusan universitas. Naiknya lebih dari 400 persen," papar Anies,

Untuk itu, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta ingin mengirimkan pesan kepada semua pihak mencegah peredaran narkoba.

"Bila di situ ditemukan, kami tidak akan memberikan kompromi. Zero tolerance. Kenapa? Karena ini anak-anak kita. Ini masa depan kita dan tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya pergi-pulang dalam kondisi terjerat masalah narkoba. Pemprov tidak akan tinggal diam. Pemprov akan aktif dan bila ada pelanggaran Pemprov akan menindak," kata Anies.

Selain itu, Anies mengatakan peran RW siaga untuk memantau mencegah peredaran-peredaran narkoba di kampung-kampung diaktifkan. "Itu kami akan kerjakan semua karena itu kejadian ini salah satu penanda bahwa sikap kami akan tegas. Kami tidak akan kompromi pada narkoba dan kita ingin agar semua orang di Jakarta, keluarga di Jakarta merasa tenang dan nyaman tinggal di tempat ini karena Pemprov-nya aktif memerangi mencegah narkoba," imbuh Anies.
(aan/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed