DetikNews
Senin 13 November 2017, 22:05 WIB

Adik Gamawan Mengaku Rugi Beli Aset dari Paulus karena Kasus e-KTP

Aditya Mardiastuti - detikNews
Adik Gamawan Mengaku Rugi Beli Aset dari Paulus karena Kasus e-KTP Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Azmin Aulia, ditanya soal aset ruko dan tanah yang dibeli dari Dirut PT Sandipala Arthapura Paulus Tanos. Azmin mengaku merugi akibat ada ribut proyek e-KTP.

Azmin mengatakan membeli aset ruko di Grand Wijaya, Jakarta Selatan, seharga Rp 2,5 miliar dari Paulus Tanos. Pembayaran aset ini dilakukan secara bertahap melalui transfer bank.

"Semua bukti transfer sudah saya serahkan ke penyidik. (Bukti transfer) dua Bank BCA dan Bukopin saya serahkan ke penyidik," kata Azmin saat bersaksi untuk Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Selain membeli ruko di Grand Wijaya, Azmin mengaku membeli sebidang tanah dari Paulus. Tanah di daerah Brawijaya, Jakarta Selatan, itu dia beli seharga USD 3,1 juta.

"Tanah di Grand Wijaya. Tanah di Brawijaya seharga USD 3,1 juta, sekitar Rp 31 miliar pada waktu itu, dengan NJOP Rp 19 miliar. Dibayar melalui transfer. Brawijaya pakai rekening di Singapura," jelasnya.

Anggota majelis hakim Emilia Djaja Subagia kemudian menanyakan alasan pembayaran menggunakan rekening di Singapura. Azmin mengaku sudah memiliki rekening itu sejak 1996 untuk berbisnis.

"Saya punya (rekening di Singapura) sejak 1996, karena saya banyak berurusan bisnis di luar, saya gunakan bank di Singapura. Keluarga saya juga ada di Australia," katanya.

Azmin menyebut Paulus juga pernah bercerita soal menang tender proyek e-KTP. Hakim kemudian menanyakan soal konflik kepentingan karena Azmin merupakan adik Mendagri, yang saat itu dijabat Gamawan.

"2011 Paulus pernah cerita garap e-KTP. Dia waktu ketemu saya, 'Gue menang tender e-KTP, nih,'" katanya.

"Tidak takut ada konflik kepentingan Paulus Tanos sementara saudara adik Gamawan Fauzi?" tanya Hakim Emilia.

"Saya nggak merasa ada konflik karena saya beli dan itu bisnis saya. Saya beli tanah dan mau bangun. Pertama, saya mau bangun apartemen di Wijaya," jawab Azmin.

Azmin menerangkan tanah di Brawijaya itu rencananya akan dibangun apartemen. Dia mengaku rugi karena kasus korupsi proyek e-KTP ini membuatnya urung menjual unit apartemen.

"Sekarang sudah dibangun fondasinya. Izinnya sudah keluar, sudah mau dijual, sudah saya tawarkan, ada ribut begini, orang nahan beli. Saya jadi rugi. Sudah dibangun fondasinya, masih tanah kosong," tuturnya.

Azmin mengaku membeli tanah di Brawijaya bersama rekannya, politikus NasDem Johnny G Plate. Tanah seharga USD 3,1 juta itu dibagi dua.

"Bayar cash, 50-50 (dengan) Johnny Plate transfer dengan cash, sesuai jumlah masing-masing. USD 1,55 (juta) ditransfer, yang bayar pajak pakai uang saya. Transfer tentu saya tidak USD 1,55 (juta)," jelasnya.

Azmin mengatakan Johnny juga membayar melalui transfer via bank di Singapura. "Pak Johnny transfer juga, dari bank Singapura," kata Azmin.
(ams/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed