DetikNews
Senin 13 November 2017, 15:58 WIB

Di KTT ASEAN, Jokowi: Kita Tak Bisa Berdiam Diri soal Rakhine State

Ray Jordan - detikNews
Di KTT ASEAN, Jokowi: Kita Tak Bisa Berdiam Diri soal Rakhine State Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyinggung soal konflik yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, saat pleno KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, Senin (13/11/2017). Di hadapan para pemimpin negara ASEAN, Jokowi menegaskan tidak bisa berdiam diri atas apa yang terjadi di Rakhine State.

"Kita semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri," ujar Jokowi pada pleno KTT ASEAN ke-31 di Philippines International Convention Center, Manila, Filipina, seperti yang disampaikan Deputi Protokol Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Senin (13/11/2017).

"Krisis kemanusiaan ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN, namun juga dunia," tambah Presiden.

Untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini, kata Jokowi, harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. Semakin lama masalah ini dibiarkan akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan, termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.
Di KTT ASEAN, Jokowi: Kita Tak Bisa Berdiam Diri Soal Rakhine StateFoto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres

"Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam," ucap Presiden.

Indonesia sendiri, kata Jokowi, telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebut dengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. "Indonesia telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi Kofi Annan," kata Jokowi.

Indonesia juga mencatat pidato 'Report to the People' dari State Counsellor Myanmar. Jokowi berharap tiga butir dalam pidato tersebut, yaitu repatriation and humanitarian assistance, resettlement and rehabilitation, dan development and durable peace, dapat diimplementasikan.

"Indonesia mengharapkan pembicaraan antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan," ujar Presiden.

Jokowi juga berharap The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) dapat diberi akses secara penuh untuk dapat membantu.

"Kegiatan AHA Centre di Myanmar akan baik bagi Myanmar dan bagi ASEAN," kata Jokowi.

Pada akhir pidatonya, Presiden menegaskan sekali lagi bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine State perlu segera diselesaikan.

"Dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita," kata Jokowi.
(jor/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed