Dalam salah satu pemaparannya, pria yang akrab disapa AHY ini bercerita soal manuver dari TNI masuk ke ranah politik. Ia mengaku keluar dari TNI dan mencoba mengabdi di tempat yang baru.
"Dengan tujuan yang baik untuk masyarakat, untuk Jakarta ketika itu dan akhinya untuk bangsa dan negara," kata AHY dalam kuliah umum di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (13/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telah berjuang sekuat tenaga tapi Tuhan menakdirkan lain. Saya kalah dalam kompetisi, saya gagal, belum berhasil. Tapi saya selalu percaya rencana Tuhan selalu lebih baik dari rencana manusia," jelas AHY.
"Ingatkan bahwa ketika kita mengalami kegagalan jangan cepat menyerah. Pasti kita sedih, kecewa, frustasi, tapi jangan terlalu lama. Jangan terlalu baper (bawa perasaan). Nggak produktif kita selalu terpuruk. Ingat hikmahnya semua ada hikmahnya," ungkap putra Susilo Bambang Yudhoyono ini.
AHY kemudian mengajak mahasiswa untuk bisa segera bangkit untuk meraih-raih cita-cita yang belum tercapai.
"Kalau kita berhasil, kalau kita menang jangan terbang, kalah jangan patah. Segera bangkit, move on dan maju ketujuan yang kita cita-citakan," ungkap AHY.
Kuliah umum digelar di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dalam kuliah umum dengan tema "Mempertegas Peran Mahasiswa dalam Membangun dan Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045", AHY berbicara banyak hal. (asp/asp)











































