DetikNews
Senin 13 November 2017, 12:02 WIB

Sandiaga Minta Dinsos Siapkan Kebutuhan Pengungsi di Jatipadang

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga Minta Dinsos Siapkan Kebutuhan Pengungsi di Jatipadang Foto: Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno meminta Dinas Sosial (Dinsos) DKI menyiapkan segala kebutuhan pengungsi banjir di Jatipadang. Sejumlah warga di RT 03, RW 06 Jatipadang, Jakarta Selatan harus mengungsi karena rumahnya teredam bajir.

"Dinas Sosial harus siapkan. Apa kebutuhannya? Pakaian, makanan, apapun juga. Apalagi yang punya baby, pampers mungkin," ujar Sandiaga di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Sandiaga mengatakan data kebutuhan warga ini penting bagi para pihak yang ingin membantu warga Jatipadang yang terdampak banjir. "Jadi, nanti Dinas Sosial juga mempublikasikan apa saja yang dibutuhkan, sehingga masyarakat dan institusi atau nonprofit organization bisa membantu juga," jelas dia.

Menurut Sandiaga banjir di beberapa wilayah di Ibu Kota seharusnya bisa diprediksi oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Dinsos dan BPBD DKI Jakarta. Sehingga, ketika banjir datang segala hal yang diperlukan bisa dipersiapkan.

"Kan ini (banjir) sudah rutin, sudah jadi rutin. Jadi bagi saya siapkan aparat, kesiapan, kesiagaan dan semuanya on call bahwa begitu ada prediksi daripada perubahan iklim, kita siap menghadapi curah hujan yang kemarin di Jakarta cukup deras," papar Sandi.

Sebelumnya, warga RT 03, RW 06, Jatipadang, harus mengungsi karena rumahnya terendam air setinggi sekitar 10-40 meter. Warga kemudian mengungsi di Masjid Al Ridwan.

Rumah warga mulai terendam pada Minggu (12/11), sekitar pukul 17.00 WIB, akibat tanggul sungai jebol. Pagi tadi air mulai surut, sehingga petugas PPSU kelurahan Jatipadang bisa memperbaiki tanggul yang jebol.
(zak/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed