"Jadi sebenarnya kami menginginkan jalan ini dimanfaatkan secara maksimal, tidak mungkin buat pintu perlintasan, intensitas kereta masih tinggi. Tapi kami usulkan ke Ditjen KA untuk membuat perlintasan," kata Mangara di sela-sela penertiban bangunan liar, di Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/11/017).
Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengusulkan Direktorat Kereta Api Kemenhub untuk membuat perlintasan kereta di Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB), Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Menurut Mangara, selama ini jalan inspeksi sudah dibuka. Namun perlu dimaksimalkan kembali karena lebar jalan yang mencapai 6 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan inspeksi sudah jalan terbuka. Tapi belum bisa dimaskimalkan karena belum terpasang pintu perlintasan. Kami minta Ditjen KA memasang perlintasan. Nah itulah maka perlu koordinasi bagaimana jalan terbaik, jalannya ada 6 meter," jelas Mangara.
Jalan inspeksi sudah menjadi jalan terbuka. Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede. Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Hal ini dikarenakan bangunan liar di sekitar jalur inspeksi sudah ditertibkan. Ada sekitar 101 bangunan yang sudah dirobohkan hingga hari ini.
"Diperkirakan ada 101 bangunan liar. Yang hari ini tinggal 50 bangunan kita tertibkan. Jumlah 132 bangunan liar, tapi 31 masuk wilayah Gambir. Setelah ditertibkan kita lakukan pengawasan akan ada posko di sini," ujarnya.
Seperti yang diketahui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) juga sedang melakukan pengerukan di sungai samping jalur inspeksi. Menurut Mangara hal ini akan berdampak bila gubuk-gubuk liar tidak ditertibkan.
"BBWSCC sedang melakukan pengerukan. Jadi kita tertibkan semua ini," imbuhnya.
(aan/dkp)












































Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengusulkan Direktorat Kereta Api Kemenhub untuk membuat perlintasan kereta di Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB), Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jalan inspeksi sudah menjadi jalan terbuka. Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede. Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom