"Ini (Pilgub Jatim 2018) diperkirakan akan terjadi gesekan yang itu terjadi sesama tokoh NU, ini tidak baik," kata KH Salahuddin Wahid dalam pelantikan Pengurus Hidmah Silaturahim Santri Nusantara di Pondok Pesantren At Tauhid, Jalan Sidosermo, Surabaya, Minggu (12/11/2017).
Menurutnya, diperlukan tokoh NU yang memprakarsai dengan mengundang keduanya agar dalam berkampanye mempunyai etika dan berakhlak sehingga tidak terjadi gesekan sesama NU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam urusan pemilu atau pilkada, dalam satu keluarga bisa bermusuhan. Oleh karena itu, Gus Solah, sapaan akrabnya, berpendapat dibutuhkan tokoh NU yang netral.
"Ini perlu karena tidak menjamin, bahkan satu keluarga saja kalau urusan pemilu itu bisa gegeran. Jadi mudah mudahan kita bisa atasi itu," harap dia.
Gus Solah sendiri mengaku dirinya tidak mungkin menjadi tokoh yang netral. Ia mengatakan, jika dirinya sebagai tokoh penengah pasti akan ada beda pendapat.
"Saya tidak bisa karena saya mungkin pihak yang juga mungkin berbeda pendapat," tambahnya.
(ze/imk)










































