Kepemimpinan Risma di Surabaya mendapatkan catatan dari Megawati. Risma dianggap mampu membuat perubahan di Surabaya. Ibu Kota Jawa Timur yang dikenal panas itu dapat dibuat lebih adem oleh Risma.
"Surabaya yang sejak dulu panasnya ingin diturunkan sulit sekali. Tapi dengan penanaman pohon, pembukaan ruang terbuka hijau dan taman, Surabaya bisa turun 2 derajat. Itu sukses story menurut saya, yang kebetulan dari PDIP," kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, memilih pemimpin tak dapat asal dilakukan karena akan menjalani masa pemerintahan selama lima tahun. Calon kepala daerah dipilih untuk dapat memberikan warga dampak positif.
Baca juga: Surabaya Raih Penghargaan Global Green City |
Megawati mengatakan, PDIP memiliki sistem pola pembangunan semesta berencana. Sistem ini dijalankan untuk membentuk jalinan kerja sama dan kepaduan dalam menjalankan program pembangunan.
"Pola ini sebenarnya sudah dibuat Bung Karno bertahun-tahun lalu, karena keadaaan politik tahun yang lalu. Jadi sistem ini sudah lama. Dengan ini saya proyeksikan, setelah kami buka, itu bukan hanya bikinan Bung Karno an sich (Bung Karno saja). Pada saat itu banyak ahli berkumpul bersinergi untuk mencari bagaimana menyatukan negeri ini dengan pola pembangunan," tuturnya.
Megawati berbicara pada saat pengumuman resmi mengusung I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Bali di Pilgub 2018. Dia berharap Bali dapat menerapkan pola tersebut.
"Karena Bali adalah salah satu basis PDI Perjuangan. Setiap daerah, sekarang bisa lakukan kerja sama dan bersatu padu jalankan satu sistem pola pembangunan semesta berencana," ujarnya. (jbr/nkn)










































