Novanto Tersangka Lagi, Golkar Fokus Hadapi Pilkada 2018

Novanto Tersangka Lagi, Golkar Fokus Hadapi Pilkada 2018

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 10 Nov 2017 22:45 WIB
Novanto Tersangka Lagi, Golkar Fokus Hadapi Pilkada 2018
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar akan tetap fokus menghadapi Pilkada 2018 meski sang Ketua Umum, Setya Novanto, ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Konsolidasi kepartaian juga terus dilakukan agar kemenangan politik itu bisa dicapai.

"Sementara di internal Partai Golkar, kami berkeyakinan bahwa seluruh jajaran keluarga besar Partai Golkar tetap berjalan seperti biasa melakukan akselerasi, konsolidasi, khususnya daerah-daerah yang menghadapi Pilkada 2018, ada 171 kabupaten kota dan provinsi," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (10/11/2017).

Idrus menegaskan kondisi Golkar saat ini tetap solid. Komunikasi politik di semua jenjang kepartaian, menurutnya, juga terus dilakukan.

[Gambas:Video 20detik]

"Dan apabila keluarga besar Partai Golkar tetap solid, maka kami punya keyakinan prestasi-prestasi politik ke depan akan tetap kita capai. Saya kira itu tadi beberapa hal yang telah kita bicarakan di dalam," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Idrus, pertemuan yang digelar malam ini di kediaman Novanto menghasilkan satu kesepahaman bahwa Golkar akan tetap bersama. Program kepartaian yang telah direncanakan sebelumnya pun akan tetap berjalan seperti biasa.

"Keyakinan itu muncul tadi ya kami tadi ada korbid kepartaian, ada Pak Yahya Zaini dan juga masih ada satu, dua, tiga, ada di dalam berkeyakinan bahwa keluarga besar Partai Golkar, khususnya yang ada di daerah-daerah, tetap berjalan seperti biasa karena memang kekuatan Partai Golkar itu ada pada sistem dan sistem itu hanya bisa berjalan dengan baik apabila kita ada pada aturan dalam rangka untuk menciptakan suatu konsolidasi," ujarnya.

Selain itu, Idrus pun memastikan Novanto akan tetap menjabat ketua umum meski telah berstatus tersangka. Novanto dan dirinya akan tetap menjadi pucuk pimpinan partai hingga akhir masa jabatan.

"Saya kira seperti itu karena pada kesepakatan tetap berjalan seperti biasa mulai daripada rapimnas di Balikpapan rapat pleno sebelumnya dan juga pertemuan-pertemuan sebelumnya ya tentu komitmen-komitmen yang ada tetap kita laksanakan," terangnya. (knv/nvl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads