"Mudah-mudahan tulus," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir di sela forum APEC, di Furama Resort, di 105 Vo Nguyen Gyap, Ngu Hanh Son, Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017).
Sebelumnya, Trump menyatakan pujian itu dalam pidato pembukaan APEC. Disebutnya, Indonesia telah mampu mengelola wilayah yang luas terdiri dari belahan ribu pulau. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di kancah G20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden AS Donald Trump, memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan forum kerja sama ekonomi negara-negara Asia-Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam.
Pernyataan Trump, Fachir menilai, tentu keluar berdasarkan riset terhadap realitas faktual. Apalagi pernyataan itu dikeluarkan di forum sebesar APEC.
"Kalau dikeluarkan dj publik, untuk apa dia mengeluarkan itu kalau tidak ada ini (fakta -red). Bisa saja dia mengeluarkan itu tidak, berpengaruh. Tapi dia mengakui tak ada itu (kemiskinan -red)," kata Fachir.
Fachir menilai Trump benar-benar jujur soal pujian itu. Indonesia dinilai berhasil mengkombinasikan pertumbuhan dengan keadilan. Caranya adalah lewat jaring pengaman sosial. Fachir memberi contoh yakni program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat, hingga bantuan permodalan.
"Nah, kita punya program-program itu tadi," kata Fachir.
Saat pertemuan APEC Bussiness Advisory Council (ABAC), Jokowi mengimbau para pemimpin negara anggota APEC untuk memperhatikan UMKM dan memperhatikan kemudahan akses UMKM kepasa permodalan.
"Itu adalah semacam pesan yang disampaikan kepada ABAC," kata Fachir.
Meski Trump menyinggung soal Indonesia, namun tak ada rencana khusus pertemuan Jokowi dengan Trump.
Berikut adalah perkataan Trump yang dimaksud. "Sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengangkat diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di G20. Saat ini Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," imbuhnya.
"Perubahan luar biasa" semacam itu, kata Trump, terjadi di seluruh Asia Tenggara. (dnu/nvl)
