"Yang dibahas di situ awalnya dan utamanya adalah kegiatan pembangunan LRT, di mana di situ melibatkan pihak Korea," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/207).
Anies mengungkapkan Jakarta dan Seoul memiliki hubungan kerja sama yang sangat baik. Bahkan keduanya telah menjadi sister city selama 33 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Anies, juga dibahas pembangunan transit oriented development (TOD). Anies mengungkapkan ingin belajar dari pengalaman Korea Selatan terkait pembangunan TOD.
"Kemudian ada beberapa hal yang tadi sempat dibicarakan menyangkut pembangunan TOD. Dan tentu kita tidak membicarakan sampai detail penyelenggaraan dan lain lain. Tapi kita ingin agar konsep pembangunan TOD itu mengambil dari pengalaman dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi di beberapa negara lain. Jadi kita ingin bertukar pikiran," ujar Anies.
Anies mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihak Korsel bersemangat atas kerja sama Korsel dengan Jakarta. Anies menyebut pihak Korsel terbuka pada transfer knowledge dan transfer teknologi agar kerja sama antara Jakarta dan Korea Selatan bisa terus berlanjut.
"Mereka juga menyampaikan bahwa pihak Korea bersemangat untuk menyampaikan kerja sama ini dan mereka terbuka pada transfer knowledge, transfer technology sharing, dan mereka ingin agar partnership ini bisa panjang," ujarnya.
Turut mendampingi Anies dalam pertemuan tersebut Dirut TransJakarta Budi Kaliwono, Dirut Jakpro Satya Heraghandi, Wakadishub DKI Sigit Wijatmoko, PT MRT Jakarta, dan Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI. (nvl/nvl)











































