Dari data yang diterima detikcom, longsor pertama terjadi di Desa Cukonau pada Kamis (9/11) sekitar Pukul 17.00 WIB. Longsor yang menimbun rumah warga menyebabkan pemilik rumah Hatam (70) meninggal dunia dan istrinya Satam (65) dan Zulkardi mengalami luka berat karena tertimpa bangunan rumah.
Sedangkan banjir bandang yang melanda Desa Sungai Kemuning pada hari yang sama, tidak menelan korban jiwa. Namun jembatan gantung dan jembatan penghubung antar desa hanyur diterjang banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain keempat korban meninggal dunia, 2 korban mengalami luka yang berhasil dievakuasi yakni Iprianto (20) dan Juwita (12). Seluruh korban merupakan satu keluarga yang saat kejadian sedang berada dalam rumah karena hujan lebat.
"Totat korban meninggal dunia dari bencana tanah longsor di Kecamatan Sungai Are itu ada 6 orang. 5 korban dari Desa Sadau dan 1 korban dari Desa Cukonau," kata Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Dony Agusta, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (10/11/2017).
Menurut Dony, bencana tanah longsor dan banjir bandang sendiri disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin siang. Di Kecamatan Sungai Are, diketahui desa berada di daerah tebing-tebing tinggi dan memang rawan terjadi longsor.
"Daerah tersebut memang rawan longsor saat musim penghujan seperti saat ini. Saya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada selama bulan November dan Desember ini, mengingat dari prediksi BMKG akan terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi," sambungnya.
Seluruh korban meninggal dunia, sudah langsung dimakamkan hari ini. Posko bantuan BPBD, TNI, Polri, SAR dan pihak terkait telah didirikan untuk membantu warga.
Sore ini, pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan kepada korban berupa bantuan makanan dan obat-obatan melalui Wakil Bupati OKU Selatan Shoelehien Abuasir. (asp/asp)











































