Kakinya Ditembak, Buronan Pembunuh Bos PT Asaba Dibekuk
Selasa, 31 Mei 2005 20:33 WIB
Jakarta - Berakhir sudah kisah kaburnya Suud Rusli dari rumah tahanan Lantamal II Jakarta. Eksekutor alias pembunuh bos PT Asaba Group Boedhyarto Angsono dan pengawalnya Edy Suyep ini dibekuk setelah kakinya ditembak di Malang, Jawa Timur.Namun satu buronan lagi bernama Syam Ahmad Sanusi belum tertangkap meski disinyalir kini ada di Jakarta. Keduanya merupakan anggota marinir yang sudah dipecat lantaran kasus tersebut. Pangkat terakhir Suud adalah Kopda, sedangkan Syam adalah Letda. Peristiwa penangkapan Suud oleh POM TNI AL itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf kepada wartawan di sela-sela acara ramah tamah dengan Mantan KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (31/5/2005)."Alhamdulillah, salah satu buronan Suud Rusli tertangkap, tapi yang satunya, Syam Ahmad Sanusi belum tertangkap," ujarnya.Sebelum tertangkap, Suud ditembak di bagian kaki oleh tim pemburu yang dibentuk TNI AL dengan bantuan pihak kepolisian di sekitar wilayah Malang, Jawa Timur sore ini pukul 17.00 WIB.Namun Malik Yusuf belum mengetahui persis kronologi penangkapan secara detil. Saat ini Suud berada di RS Syaiful, Malang. Rencananya besok Suud akan diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut mengenai motif pelariannya dan keberadaannya selama buron.Sementara Syam disinyalir saat ini sudah berada di Jakarta, setelah sebelumnya diendus ada di Jawa Timur. Namun Malik Yusuf menolak menyebutkan persisnya lokasi Syam.Menurut dia, kedua buronan telah terdeteksi berada di Jawa Timur sejak tiga hari lalu. Bahkan tim pemburu sempat diinformasikan tentang keberadaan keduanya di Surabaya. Tetapi ternyata meleset, hanya mukanya yang mirip. Namun akhirnya salah satunya tertangkap di Malang, yakni Suud."Kita akan terus kejar Syam. Kita tidak main-main karena ini cukup mencoreng nama baik TNI AL, seolah-olah ada keterlibatan orang dalam atas larinya kedua buronan ini. Ke depan, untuk pengamanan akan lebih ditingkatkan. TNI AL tidak mau kecolongan dua kali," tandas Malik Yusuf.
(sss/)











































