Empat Daerah di Sumsel Umumkan Para Calon Kepala Daerah
Selasa, 31 Mei 2005 20:03 WIB
Palembang - Empat dari lima daerah pemilihan di Sumatra Selatan (Sumsel) telah mengumumkan para calon bupatinya. Tiga daerah pemilihan diperebutkan lima pasang calon.Bahkan, daerah pemilihan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, telah diumumkan nomor urut pemilihan. Namun masalah klasik masih menyelimuti. Apalagi kalau bukan soal dana."Meskipun kami sadar dana pemilihan belum sepenuhnya turun, kami sudah mengumumkan nomor urut para calon. Semuanya calon yang diajukan parpol lolos, tidak ada yang gugur, yakni lima pasang," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU Selatan, Achmad Basit."Pengumuman ini sebagai bentuk kerja maksimal kami hingga saat ini. Kerja selanjutnya tergantung anggaran turun atau tidak," lanjutnya kepada detikcom melalui telepon, Selasa (31/5/2005).Kelima calon yang lolos dan telah memiliki nomor urut pemilihan di Kabupaten OKU Selatan adalah pasangan Surkani Matulen-Saprianto (1), Rusli Nawi SDP-Sarnubi Abuasir (2), Muhtadin Serai-Wancik Rasyid (3), Sudirman Effendi Mukmin-Sjamsul Bachri (4) dan Yahyan Zein-Sujai C Negara (5).Kemudian pasangan yang diumumkan di Kabupaten Ogan Ilir adalah Mawardi Yahya-Iskandar, Syaifudin Azhar-Tol'at Wafa, Muhammad Yamin-Djazairi Nachrowi, serta Hafiz Usman-Amir Roni Yusuf. Di daerah pemilihan ini, KPU menggugurkan dua calon lantaran suara parpol tidak mencukupi ketentuan, yakni 15 persen.Selanjutnya di Kabupaten OKU ada lima pasang calon yang lolos semuanya. Mereka adalah Syamsuddar-Jon Kennedy, Rusli Thaib-Lindawati MZ, Faisal Saleh-Johan Anwar, Eddy Yusuf-Yulius Nawawi, dan HM Nasir Agun-Fahlevi F Maizano.Lalu di Kabupaten Musi Rawas juga ada lima pasang calon yang siap bertarung. Mereka adalah Baijuri Asyir-Nazaruddin, Sudirman Masuli- Burlian, Syarif Hidayat-Sumarno, Akisropi Ayub-Syamsuar Bakri, dan Riduan Mukti-Ratnawati Ibnu Amin.Satu daerah yang belum mengumumkan pasangan calon adalah Kabupaten OKU Timur. Hampir semua KPU daerah pemilihan itu mengaku pelaksanaan Pilkada sulit dilaksanakan secara optimal, bahkan terancam batal lantaran belum turunnya semua dana.
(sss/)











































