Pekan Lingkungan 2-5 Juni 2005, Warga Diimbau Bersih-bersih

Pekan Lingkungan 2-5 Juni 2005, Warga Diimbau Bersih-bersih

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 19:09 WIB
Jakarta - Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2005, Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Pekan Lingkungan 2-5 Juni 2005. Warga pun diimbau bersih-bersih."Acara ini diadakan dengan fokus ingin mengajak sebanyak mungkin masyarakat agar memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya hingga sekecil-kecilnya," kata Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di ruang Kalpataru, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jalan DI Panjaitan Kav 24, Jakarta Timur, Selasa (31/5/2005).Rachmat juga ingin menunjukkan wajah lain dari instansi yang dipimpinnya itu. Selama ini, masyarakat menilai Kementerian Lingkungan Hidup hanya berkutat pada masalah sampah, limbah, tailling, serta masalah yang bau dan kotor lainnya.Acara digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Tema yang diangkat: "Jadikan Bumi Bersih dan Hijau". Demikian dituturkan Ketua Panitia Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2005 Hendri Bastaman MES.Kegiatan Pekan Lingkungan 2005 akan diresmikan oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Kegiatannya antara lain pameran lingkungan, seminar dan dialog. Ada juga aneka lomba untuk anak-anak dan pelajar, bazar produk ramah lingkungan, bussiness trip dan field trip.Tak lupa ada acara pemberian penghargaan Kalpataru dan Adipura. Acara yang sempat mendapat pamor di era Soeharto ini sempat terhenti pada tahun 1998. Tahun ini merupakan tahun ketiga diberikannya kembali penghargaan tersebut.Dipaparkan Staf Kementerian Lingkungan Hidup Gempur Adnan, penghargaan Adipura tahun ini diikuti oleh 164 kota dari total 440 kota yang ada di Indonesia. Nantinya 164 kota ini akan diverifikasi menjadi 37 kota yang terkategori menjadi tiga, yaitu kota metropolitan, kota besar, dan kota kecil. Sifat keikutsertaannya masih sukarela."Sebenarnya Pak Wapres meminta supaya hasil dari penilaian, baik itu kota yang terbersih maupun yang terkotor diumumkan. Namun hal ini masih menjadi pertimbangan panitia, mengingat sifat keikutsertaannya sukarela. Untuk itu kami menargetkan tahun depan semua kota di Indonesia ikut," kata Gempur.Staf Kementerian Lingkungan Hidup Arie Djoekardi menjelaskan, untuk Kalpataru, terdiri menjadi empat kategori. Pertama, perintis lingkungan, terdiri dari orang kecil yang tinggal di daerah pelosok, yang memberikan kontribusi bagi lingkungan hidup. Kedua, pengabdi lingkungan, terdiri dari PNS rendahan atau honorer yang memberikan pengabdian besar bagi lingkungan hidup di luar tugasnya.Ketiga, penyelamat lingkungan, terdiri dari kelompok-kelompok masyarakat yang memberi perhatian khusus pada masalah lingkungan hidup. Keempat, pembina lingkungan, terdiri dari orang-orang yang cukup punya kedudukan, yang melakukan kegiatan yang memberi manfaat besar bagi lingkungan hidup, sehingga mampu menjadi pembina bagi lingkungan sekitarnya."Saat ini sudah ada 125 calon yang mendaftar dan sedang diverifikasi menjadi 17. Kemungkinan jumlahnya akan mengecil lagi, namun belum bisa dipastikan berapa jumlahnya. Penilaian dan penjurian sudah berlangsung sejak Juli 2004 hingga nanti Juni 2005," kata Arie. (sss/)



Berita Terkait