Desakan Anggota DPR agar SBY Mencopot Kapolri Semakin Kuat

Desakan Anggota DPR agar SBY Mencopot Kapolri Semakin Kuat

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 18:18 WIB
Jakarta - Desakan pergantian Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar semakin bergaung di gedung wakil rakyat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituntut agar tidak ragu-ragu mencopot Kapolri. Bila hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan bom kembali mengguncang Indonesia. "SBY harus segera mencopot Kapolri dan melakukan pembenahan di tubuh Polri. Hal ini menyusul terjadinya bom di Tentena. Apalagi SBY dan Jusuf Kalla sudah terlibat langsung dalam penyelesaian konflik Poso," kata anggota Komisi I, Ali Mochtar Ngabalin, kepada wartawan di gedung DPR, kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2005). Selain mencopot Kapolri dan melakukan pembenahan di tubuh Polri, Ali juga meminta agar dilakukan rekonstruksi baru sistem keamanan di Indonesia. Polri juga harus membuat sistem baru untuk mengamankan Poso dari konflik yang berkepanjangan. Ali berjanji, DPR akan men-support penuh upaya pergantian jabatan kepala Polri tesebut. "Kalau SBY tidak segera melakukan tindakan tegas, maka saya khawatir satu-dua minggu ini akan ada bom yang kembali meledak di Indonesia," ujar Ali. Di tempat terpisah, anggota Komisi I DPR lainnya, Ade Daud Nasution, juga menyatakan bila SBY tidak segera mengganti Kapolri, maka hal itu menandakan SBY sebagai figur yang peragu. "Itu membuktikan SBY adalah figur yang peragu. Peristiwa itu sudah memalukan SBY di mata Amerika Serikat. Dan usaha yang dilakukan SBY selama tujuh bulan sirna sudah," ungkap Ade. Sebelumnya, Ketua DPR Agung Laksono menilai sudah saatnya SBY mengganti Kapolri. Agung menilai Polri kecolongan atas peledakan bom di Pasar Tentena itu. (dni/)


Berita Terkait