Pesantren Nyleneh Terungkap Setelah Ada Laporan Ortu Santri
Selasa, 31 Mei 2005 18:18 WIB
Surabaya -
Pondok Pesantren Al Mardhiyah, yang beralamat di Jalan Petemon Barat nomor 9, Surabaya, Jawa Timur memang benar-benar nyleneh. Pondok pimpinan Maulaya Abdulrahmad ini tak mengobatkan santrinya ke rumah sakit, meski sakitnya parah.Pesantren ini sempat diduga mengajarkan aliran sesat gara-gara ada salah seorang santrinya yang sakit parah tak dibawa ke rumah sakit. Pondok ini mencuat di media massa lokal Selasa (31/5/2005) setelah ada penyelidikan dari pihak kepolisian berdasarkan laporan salah seorang santrinya.Adalah Amir Bakrie warga Bungur Asih Sidoarjo yang melaporkan pesantren Al Mardhiyah ke kepolisian karena anaknya Edwin Hamid yang menderita sakit dilarang dibawa ke rumah sakit. Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi pondok dan melakukan pemeriksaan. Namun, tuduhan itu dibantah oleh Maulaya Abdulrahmad yang didampingi istri ketiganya Umi Kartika saat ditemui detikcom, di pondok Al Mardhiyah, Selasa (31/5/2005).Umi Kartika membantah kabar tuduhan itu. Dia mengaku Edwin Hamid, 26 tahun, yang juga masih menjadi adik kandungnya menderita sakit tipus sebulan dan dirinya sudah membawa ke RS dr Sutomo.Namun karena kondisi makin memburuk, Edwin dipulangkan ke Pondok Al Mardhiyah untuk mendapatkan pengobatan spiritual. "Ibu Saya Nur Asikin sudah pasrah terhadap kondisi Edwin dan memilih dibawa pulang ke pondok. Apalagi penyakitnya sudah parah," kata dia.Tampaknya, pemulangan Edwin kembali ke Pondok Pesantren AL Mardhiyah memicu ayah tirinya, Amir Bakrie marah. Amir, kata Umi Kartika, menyebar berita fitnah yang ada di pondok ke luar. Edwin sekembali dari rumah sakit Dr Sutomo kemudian diobati dengan air ridho dan pengampunan dari kolam yang ada di dalam pondok.Edwin, Umi Kartika dan ibunya tinggal di pondok tersebut sudah 5 tahun. Umi mengaku pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mata kirinya buta, wajahnya rusak dan tangannya patah. Setelah dioperasi di rumah sakit, Umi Kartika memutuskan diobati Maulaya dan ia mengaku sembuh hanya dalam waktu 6 bulan. Masih menurut Umi Kartika, Edwin sejak 3 hari terakhir kembali dirawat di RS Budi Mulia setelah didatangi petugas Polri. "Tapi kondisi sekarang bertambah parah, hilang ingatan," kata Umi.
(jon/)










































