Bali Tidak Gentar Hadapi Ancaman Boikot Australia

Bali Tidak Gentar Hadapi Ancaman Boikot Australia

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 18:08 WIB
Denpasar - Bali tidak gentar terhadap ancaman boikot warga Australia untuk tidak lagi berlibur ke Bali. Jika ancaman itu terbukti, Bali siap mengalihkan kunjungan wisatawan dari Australia ke negara-negara lain. Demikian disampaikan Gubenur Bali Dewa Made Beratha kepada wartawan usai rapat di DPRD Bali, Jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Bali, Selasa (31/05/2005). "Pernyataan mereka itu bagaimana ya? Tentu tidak saja ke sana mengharapkan turis Autsralia. Kita harus ke negara-negara lain seperti Jepang, Korea, Eropa. Ini kita galakkan," katanya. Namun Beratha yakin jika emosi warga Australia yang kecewa terhadap putusan si cantik Schapalle Leigh Corby telah mereda, mereka akan kembali berlibur ke Bali. "Saya yakin orang Australia nanti ke sini (Bali). Ini hanya sementara. Emosi wajar saja. Saya kira mereka tentu akan datang ke Bali," harapnya. Keyakinannya itu disampaikan Beratha menanggapi ancaman bokiot Travel Agent Australia melayani pemberangkatan warga Australia yang ingin berlibur ke Bali. Warga Australia kecewa karena Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis penjara 20 tahun penjara kepada Corby. Beratha mengaku sebelumnya telah memperhatikan permintaan warga Australia agar penahanan Corby dipindahkan dari Lapas Kerobokan ke Australia. Permintaan warga Australia tersebut telah disampaikan Beratha kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya sudah lapor pada Presiden bahwa saya terima dua surat dari Australia ibu-ibu yang mohon supaya Corby bisa dipindahkan ke Australia. Karena hubungan Australia dengan Bali sangat baik. Kami mengganganggap Bali sebagai rumah yang kedua," kata dia. Tanggapan Presiden? "Karena belum ada pertukaran tahanan tentu akan dipertimbangkan, dibahas dulu. Justru itu yang belum ada sampai sekarang. Tentu tidak spontanitas bisa dipenuhi," demikian Beratha. (asy/)



Berita Terkait